Pengungsi Rohingya Tak Dibolehkan Tinggalkan Bangladesh

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 00:08 WIB
Ethnic Rohingya people sit on the deck of a boat off North Aceh, Indonesia, Wednesday, June 24, 2020. Indonesian fishermen discovered dozens of hungry, weak Rohingya Muslims on the wooden boat adrift off Indonesia's northernmost province of Aceh, an official said. (AP Photo/Zik Maulana) Pengungsi etnis Rohingya. (Foto: AP/Zik Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Bangladesh tidak memberikan izin bagi ratusan pengungsi Rohingya dari Pulau Bhashan Char, Teluk Benggala kecuali jika mereka setuju untuk kembali pulang.

Sekitar 306 etnis Rohingya telah ditempatkan di Pulau Bhashan Char sejak April lalu setelah diselamatkan dari dua kapal yang mengarahkan mereka ke Malaysia.

"Mereka akan tinggal di Bhasan Char sampai mereka dipulangkan ke Myanmar," kata administrator untuk distrik pulau itu, Mohammed Khorshed, kepada AFP.


Ia mengklaim para pengungsi dirawat dengan baik dan mendapat fasilitas yang lebih baik daripada di kamp-kamp yang penuh sesak di kota Cox's Bazar. Sekitar 700 ribu etnis Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar pada 2017 lalu menghuni kamp di Cox's Bazar.

Lembaga Hak Asasi Manusia, Human Rights Watch (HRW), justru menyangkal klaim Mohammed. Perwakilan HRW, Brad Adams mengatakan jika para pengungsi tidak mendapat perlakuan baik selama berada di Teluk Benggala.

"Pihak berwenang Bangladesh menggunakan pandemi sebagai alasan untuk menahan para pengungsi di daratan di tengah lautan berangin yang bergolak sementara keluarga mereka cemas berdoa untuk kepulangan mereka," ujar Adams.

Dia juga mempertanyakan mengapa pihak berwenang Bangladesh tidak memberikan akses kepada sukarelawan ke pemukiman pengungsi di pulau tersebut.

Pemimpin etnis Rohingya dari kamp Cox's Bazar mengatakan kerabat mereka di pulau itu ingin mengadakan pembicaraan dengan komisaris pengungsi Bangladesh.
 
"Kami meminta pihak berwenang mengirim anak-anak kami ke keluarga kami," kata Kepala Masyarakat Arakan Rohingya untuk Perdamaian dan Hak Asasi Manusia, Mohib Ullah.
 
HRW mengatakan telah menerima laporan bahwa para pengungsi di Bhashan Char tidak leluasa bergerak atau akses yang memadai ke makanan, air bersih, dan perawatan medis.
 
Seorang pejabat pemerintah yang terlibat dalam kasus itu menolak kritik tersebut, tapi ia mengakui bahwa beberapa pengungsi ingin dipersatukan kembali dengan keluarga mereka.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]