Hamas dan Fatah Sepakat Bersatu Lawan Aneksasi oleh Israel

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 17:43 WIB
Israeli troops clash with the Palestinian demonstrators during a protest against Israel's plan to annex parts of the West Bank and Trump's mideast initiative, at the village of Fasayil, in Jordan Valley, Wednesday, Jun. 24, 2020. (AP Photo/Majdi Mohammed) Faksi Hamas dan Fatah sepakat untuk bersatu melawan rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel. (Foto: AP/Majdi Mohammed)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun menyebut faksi Hamas dan faksi Fatah telah bersepakat untuk bersatu melawan rencana Israel mencaplok Tepi Barat.

Zuhair mengatakan baru-baru ini kedua faksi bertemu. Mereka menyepakati kerja sama untuk melawan upaya Israel menguasai Yerusalem tersebut.

"Beberapa hari lalu telah diadakan join conference yang dihadiri beberapa perwakilan Fatah dan Hamas untuk membuat join statement ataupun pernyataan bersama untuk menolak rencana aneksasi ini," kata Zuhair saat dijumpai usai pertemuan dengan Kementerian Luar Negeri RI dan DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (10/7).


Zuhair menyampaikan masalah utama saat ini bukan lagi perseteruan antara Hamas dan Fatah. Sebab keduanya sama-sama tegas menolak aneksasi Palestina.

"Permasalahan sesungguhnya bukan antara Hamas dan Fatah, tapi permasalahan sesungguhnya adalah penjajahan Israel," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI untuk Palestina Syahrul Aidi Ma'azat mengapresiasi langkah dua faksi itu.

Syahrul berharap kesepakatan dua faksi itu bisa jadi awal yang baik. Dia mengenang bagaimana Indonesia memulai kemerdekaan dengan menyatukan berbagai kelompok yang berbeda.

"Indonesia 350 tahun dijajah ternyata kemerdekaan itu kita dapatkan ketika kita bersatu. Walaupun kita terdiri dari berbagai suku dan bangsa, tetapi ketika kita menyatu itu menjadi kekuatan," ujar Syahrul.

Sebelumnya, posisi Palestina semakin terancam usai Israel mengumumkan rencana pencaplokan Tepi Barat. Rencana itu telah disampaikan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pencaplokan Tepi Barat Palestina tak terlepas dari proposal perdamaian yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AS mendukung Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel, sedangkan Palestina menguasai sebagain kecil Tepi Barat.

(rds/evn)

[Gambas:Video CNN]