Gelombang II Corona Inggris Diprediksi Tewaskan 120 Ribu

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 08:00 WIB
In this April 28, 2020 photo, Eusebio Soria poses for a photo behind a glass door at the entrance of his home as he recovers from the new coronavirus in Cabrejas del Pinar, Spain, in the province of Soria. Soria said that at first his doctor diagnosed him with the flu until his fever wouldn't go away and he was sent to the hospital where he spent 11 days after being tested positive for the coronavirus. Many in Spain's small and shrinking villages thought their low populations would protect them from the coronavirus pandemic. The opposite appears to have proved true. Soria, a north-central province that's one of the least densely peopled places in Europe, has recorded a shocking death rate. Provincial authorities calculate that at least 500 people have died since the start of the outbreak in April. (AP Photo/Felipe Dana) Inggris diperkirakan akan kehilangan 120 ribu jiwa akibat gelombang kedua corona. (Foto: AP Photo/Felipe Dana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ancaman gelombang kedua penyebaran virus corona tengah membayangi Inggris jelang musim dingin antara September hingga Juni tahun depan. Tim ilmuwan memperkirakan 120 ribu orang meninggal karena gelombang kedua Covid-19.

Prediksi yang dirilis dalam Laporan Akademi Ilmu Kedokteran mendesak pemerintah dan warga untuk segera mengambil tindakan demi menekan potensi gelombang kedua corona.

Laporan tersebut melibatkan 37 ilmuwan yang mendesak pemerintah Inggris melakukan langkah antisipasi untuk menghindari potensi lonjakan kasus corona.


Stephen Holgate, pemimpin studi mengatakan angka kematian 120 ribu jiwa bukan prediksi, tetapi kemungkinan yang dilihat berdasarkan permodelan menggunakan parameter angka perkiraan orang yang terinfeksi (R).

"Permodelan menunjukkan bahwa kematian bisa lebih tinggi dengan gelombang kedua Covid-19 pada musim dingin ini, tetapi risiko terjadinya masih bisa dikurangi jika kita segera mengambil tindakan," ujar Holgate.

Mengutip AFP, prediksi terbaru ini didasarkan pada asumsi bahwa tingkat R menjadi 1,7 dari September mendatang. Para ilmuwan mencontohkan peningkatan laju R 1,5 yang akan menyebabkan 74.800 kematian.

Data terbaru pemerintah mencatat saat ini tingkat R di Inggris antara 0,7 sampai 0,9.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Insert Artikel - Waspada Virus Corona

Sejauh ini Inggris mencatat hampir 45 ribu kematian pada gelombang pertama penularan corona. Inggris menjadi negara Eropa dengan angka kematian tertinggi setelah Amerika Serikat, Brasil, dan Meksiko.

Azra Ghani, imuwan dari Imperial College London mengatakan musim dingin bisa memicu lebih banyak korban karena orang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Hal tersebut membuat virus menyebar lebih mudah.

Ilmuwan mendesak pemerintah mengurangi potensi penularan virus dengan meningkatkan pengetesan, penelusuran, dan isolasi termasuk untuk orang yang berisiko dan pekerja medis.

Wajib pakai masker di tempat umum

Pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson tengah akan mengharuskan warga mengenakan masker saat berada di tempat umum.

Aturan untuk mengenakan masker akan diberlakukan mulai Senin (24/7) bagi semua orang yang hendak belanja ke toko. Bagi mereka yang tidak mengenakan masker akan dianggap melanggar hukum dan didenda sebesar 100 poundsterling (sekitar Rp1,8 juta).

"Semakin banyak bukti bahwa mengenakan masker di ruang tertutup membantu melindungi pribadi dan orang-orang di sekitar dari virus corona," ujar Johnson.

Selain Inggris, hal serupa juga akan diberlakukan di negara Eropa lain, termasuk Prancis. Penggunaan masker dilakukan untuk menekan potensi penyebaran virus.

Data statistik Worldometers mencaat saat ini Inggris memiliki 290.133 kasus dengan 44.839 kematian.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]