Dugaan Pelecehan, Menteri Nigeria Ditampar Eks Bawahan

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 15:30 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands pressed against a glass window. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the 'woman' is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space. Ilustrasi pelecehan seksual. (Istockphoto/Coldsnowstorm)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Pelaksana Tugas Direktur Komisi Pengembangan Delta Niger (NDDC), Joy Nunieh, mengaku pernah menampar Menteri Urusan Delta Nigeria, Godswill Akpabio, karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadapnya.

Dilansir Premium Times, Selasa (14/7), Nunieh mengungkapkan kejadian itu dalam wawancara dengan Arise TV. Nunieh mengatakan bahwa dia adalah satu-satunya wanita Nigeria yang telah menampar menteri.

Peristiwa itu terjadi di sebuah wisma di Abuja. Nunieh mengatakan saat itu Akpabio mendesaknya melakukan hubungan intim.


"Mengapa dia tidak memberi tahu warga Nigeria bahwa Saya menamparnya di wismanya di Apo? Saya satu-satunya wanita Ogoni, satu-satunya wanita Nigeria yang menamparnya. Saya menamparnya karena rencana B-nya," kata Nunieh.

"Dia tidak tahu bahwa Saya adalah gadis Port Harcourt. Gadis-gadis Port Harcourt tidak tergiur dengan uang... oleh seseorang yang mengatakan pada Saya bahwa dia akan menjadikan Saya MD (Direktur Pelaksana) yang substansif. Pertemuan Akpabio dengan Saya terjadi di Apo atau Meridien... Ya, Saya menuduhnya melakukan pelecehan seksual," tambahnya.

Dilansir Sahara Reporters, mantan Direktur Pelaksana di Komisi Pengembangan Delta Niger (NDDC) itu juga menuduh Akpabio mencoba menggelembungkan anggaran NDDC.

Dia mengatakan Akpabio mengarahkannya untuk memasukkan beberapa proyek dari komisi pengungsi ke dalam anggaran NDDC.

"Akpabio menulis saya untuk memasukkan daftar proyek dari komisi pengungsi ke dalam anggaran NDDC. Komisi pengungsi adalah komisi Pemerintah Federal lain untuk pengungsi," tambahnya.

Sementara itu, Akpabio mengatakan bahwa Nunieh memiliki masalah emosi. Bahkan ia sempat menyarankan Nunieh untuk memeriksakan diri ke dokter.

"...Tidak peduli (tentang) tuduhan itu, Saya berharap dia akan pergi ke rumah sakit, menemui dokter, menerima beberapa suntikan dan bersantai. Saya tidak mengatakan ada yang salah dengan dirinya, saya (hanya) mengatakan ada yang salah dengan temperamennya," kata Akpabio.

[Gambas:Video CNN]

Nunieh mengambil alih jabatan sebagai Direktur Pelaksana di Komisi Pengembangan Delta Niger (NDDC) setelah pencopotan Akwagaga Enyia pada Oktober 2019. Namun, empat bulan kemudian Nunieh dipecat ketika krisis mengguncang komisi karena dugaan penyelewengan dana.

Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari menunjuk seorang professor kedokteran, Kemebradikumo Pondei, sebagai pengganti Nunieh pada Februari.

(ans/ayp)

[Gambas:Video CNN]