AS Siaga Usai Tupai di Colorado Positif Idap Wabah Bubonic

CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2020 10:52 WIB
Ilustrasi tupai Seekor tupai di Colorado, AS, positif terinfeksi wabah bubonic atau pes. (Plixs/Public Domain)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seekor tupai di Colorado, Amerika Serikat, dinyatakan positif terinfeksi wabah bubonic atau pes, penyakit yang memicu pandemi paling mematikan dalam sejarah manusia atau Black Death.

Wabah bubonic telah muncul sejak beberapa abad lalu. Penyakit ini pernah menyerang Eropa dan menewaskan setidaknya 50 juta orang di Benua Biru tersebut pada abad pertengahan.

Departemen Kesehatan Publik Wilayah Jefferson (JCPH) menuturkan tupai tersebut dinyatakan positif mengidap wabah bubonic pada 11 Juli lalu di Kota Morrison.


Tupai itu menjadi kasus pertama wabah bubonic di wilayah itu tahun ini.

JCPH memperingatkan masyarakat bahwa penyakit ini bisa menginfeksi manusia dan hewan jika tindakan pencegahan tidak dilakukan.

Selain itu, penularan wabah bubonic juga terbilang mudah. Penyakit ini bisa menular melalui gigitan kutu dan hewan yang terinfeksi terutama tikus dan marmut.

Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada kelenjar getah bening. Gejala wabah bubonic berupa demam, menggigil, dan batuk.

Jika tidak diobati dengan tepat dan cepat, wabah ini dapat berubah menjadi penyakit pneumonik yang dapat menyebabkan pneumonia karena bakteri telah menyebar ke paru-paru.

Meski obat antibiotik bisa mencegah komplikasi dan tingkat kematian wabah bubonic, penyakit itu masih dinilai ancaman besar bagi manusia dan hewan.

Wabah bubonic kembali diwaspadai setelah China mengonfirmasi sejumlah kasus penyakit itu di wilayah Bayannur, Mongolia Dalam, pada 7 Juli lalu.

Dikutip CNN, pihak berwenang Kota Bayannur juga telah memperingatkan seluruh warga untuk melakukan tindakan pencegahan penularan wabah bubonic.

Seorang remaja 15 tahun di Mongolia dilaporkan meninggal setelah mengidap wabah bubonic. Remaja tersebut merupakan satu dari segelintir kasus wabah bubonic yang baru muncul di China dalam beberapa waktu terakhir.

Seluruh pasien wabah bubonic tersebut kedapatan memiliki riwayat berburu dan atau memakan marmut mentah. 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah bubonic sebagai penyakit yang kembali muncul. Setiap tahun, terdapat 1.000-2.000 kasus wabah bubonic di seluruh dunia.

Namun, WHO menuturkan angka itu bisa jadi lebih kecil dari kenyataan lantaran ada beberapa kasus yang tidak terlaporkan.

Sementara itu, belasan kasus wabah bubonic tercatat kerap terjadi di AS setiap tahun. Dua warga Colorado tewas setelah terinfeksi wabah tersebut pada 2015 lalu.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]