WHO Sebut Penyebaran Virus Corona Tidak Terpengaruh Musim

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 03:47 WIB
WHO memperingatkan jika penyebaran virus corona tidak terpengaruh musim, seperti halnya influenza. Perawatan pasien Covid-19 di Houston, AS. (Foto: AP/David J. Phillip)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Margaret Harris mengatakan jika penyebaran virus corona dalam gelombang besar tidak terpengaruh musim yang sedang terjadi seperti halnya influenza.

"Musim tampaknya tidak memengaruhi penyebaran virus saat ini. Apayang mempengaruhi penularan virus yakni pertemuan massal, orang-orang tidak menjaga jarak, tidak mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan mereka tidak berada dalam jarak dekat kontak," ujar Harris saat berbicara dengan stasiun radio Irlandia, Newstalk, Selasa (28/7).

"Orang-orang masih beranggapan ini ada kaitannya dengan musim. Apa yang kita semua perlu waspadai adalah bahwa virus ini baru dan memiliki perilaku berbeda," ucapnya menambahkan.


Ia mengingatkan agar semua orang tidak berpuas diri apabila kasus Covid-19 di negaranya mengalami penurunan atau pelonggaran lockdown.

"Sayangnya orang menafsirkan akhir dari penguncian wilayah sebagai akhir dari wabah. Padahal pelonggaran lockdown merupakan saat ketika Anda harus meningkatkan kewaspadaan," ucapnya memperingatkan.

Namun ia mengatakan pelonggaran lockdown justru membuat banyak orang terlena dan lebih santai, maka tak mengherankan jika terjadi kenaikan jumlah infeksi.

Terlebih menurutnya banyak generasi muda yang justru terlena dan menganggap pelanggaran lockdown sebagai momen mereka untuk menikmati liburan dan menggelar pesta.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Insert Artikel - Waspada Virus Corona

"Memang kita semua hanya sekali menikmati masa muda. Tetapi lebih mudah bagi orang tua seperti saya untuk tetap tinggal di rumah. Tetapi harus diingat kalau pandemi ini membuat kita berpikir kalau kamu hanya punya kesempatan hidup sekali dan hanya ada satu keluarga," katanya.

WHO mengatakan telah menerima laporan dari otoritas sipil dan kesehatan mengenai proporsi kasus baru yang lebih tinggi di kalangan anak muda.

Pernyataan Harris ini disampaikan di tengah kemunculan gelombang kedua Covid-19 di sejumlah negara, termasuk Prancis, Spanyol, Jerman, Hong Kong, Australia, China, hingga Vietnam.

Direktur regional WHO untuk Eropa, Hans Kluge mengatakan jika peningkatan kasus Covid-19 di kawasan Eropa terjadi dalam beberapa pekan terakhir karena warganya merasa bosan tinggal di rumah dan memilih keluar untuk menghabiskan liburan musim panas.

"Apakah ini gelombang pertama atau kedua - yang kita tahu adalah bahwa itu sebagai konsekuensi dari perubahan perilaku manusia," ujar Kluge dalam wawancara radio seperti dilansir dari CNN.

Kluge mengatakan sangat optimis warga dunia bisa memerangi virus corona, tetapi tetap memperingatkan bahwa pandemi ini belum berakhir dalam waktu dekat.

Data statistik John Hopkins University mencatat hingga saat ini ada 16.829.840 kasus Covid-19. Angka kematian akibat virus corona di seluru dunia mencapai 662.297.

(CNN/evn)

[Gambas:Video CNN]