Kematian Corona AS Tembus 150 Ribu, Jadi Alarm Peringatan

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 07:23 WIB
Kematian akibat virus corona di Amerika Serikat menembus 150 ribu jiwa, dan menjadi alarm bagi Negeri Paman Sam. Ilustrasi virus corona di Amerika Serikat. (AP/David J. Phillip)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kematian akibat virus corona di Amerika Serikat menembus 150 ribu jiwa, dan menjadi alarm bagi Negeri Paman Sam. Angka tersebut kian mengukuhkan posisi AS sebagai negara dengan kematian tertinggi di dunia.

AS mencatatkan 150.090 korban meninggal karena Covid-19 pada Rabu (29/7). Johns Hopkins University menyebut jumlah kematian di AS seperlima dari 662 ribu kematian global.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memprediksi jumlah kematian warganya karena virus corona bisa menembus 150 ribu orang.

Seperti dikutip dari CNN, AS pertama kali melaporkan kematian pasien corona pada 29 Februari. Hanya dalam waktu 54 hari negara itu mencapai 50 ribu kematian. Kemudian pada 27 Mei angkanya melewati 100 ribu. Korban terus berjatuhan hingga angkanya kini menyentuh 150 ribu korban meninggal



"Fakta bahwa kita belum bisa mengatasi ini, belum memprioritaskan pencegahan kematian itu adalah hal yang jauh lebih menjengkelkan. Bagi saya sekarang yang penting bagaimana kita bisa menekan angka kematian berikutnya," kata Direktur Harvard Global Health Institute Ashish Jha.

"Saya pikir kita bisa, makanya kita harus benar-benar berusaha untuk melakukannya," ujar dia.

AS mencatat kematian harian di atas 1.000 sejak Selasa. Sejumlah negara bagian melaporkan jumlah kematian tertinggi. California pada hari Rabu melaporkan 197 kematian baru.


Rata-rata jumlah kematian harian di 29 negara bagian, naik 10 persen dari pekan sebelumnya.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan virus corona merupakan darurat kesehatan paling parah yang pernah mereka hadapi


Menurut WHO, penyebaran virus corona tidak dipengaruhi oleh musim, dan menyanggah keyakinan yang menyebut bahwa musim panas dinilai lebih aman dari ancaman Covid-19.

Dia menunjukkan bahwa beberapa negara yang paling terdampak saat ini berada di tengah-tengah musim yang berbeda. Amerika Serikat yang mengalami musim panas menjadi negara yang paling terpukul pandemi virus corona.

(dea)

[Gambas:Video CNN]