Redam Lonjakan Covid-19, Maroko Lockdown Kota Besar

Middle East Eye, CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 19:36 WIB
Maroko kembali memberlakukan lockdown di beberapa kota besar di negaranya untuk menahan lonjakan kasus Covid-19. Ilustrasi petugas menyemprotkan cairan pembersih di Maroko. (AP/Mosa'ab Elshamy)
Jakarta, CNN Indonesia --

Maroko kembali memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) di beberapa kota besar di negaranya untuk menahan lonjakan kasus Covid-19.

Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri dan Kesehatan Maroko yang dikutip Middle East Eye, Kamis (30/7), kota-kota yang mengalami lockdown termasuk Casablanca, Tangier, Marrakesh, Fez, dan Meknes.

Maroko telah melonggarkan lockdown nasional sebulan yang lalu meskipun penerbangan internasional masih ditangguhkan, kecuali penerbangan khusus oleh maskapai nasional yang mengangkut warga Maroko atau warga asing.


Pada Minggu, kementerian kesehatan setempat mengatakan ada 633 kasus baru Covid-19 tercatat di negara itu. Jumlah ini menjadi salah satu angka terbesar sejauh ini, menjadikan total infeksi yang dikonfirmasi sebanyak 20.278, 313 kematian, dan 16.438 telah dinyatakan sembuh.

Maroko telah melakukan 1,1 juta tes virus corona dan mewajibkan penggunaan masker. Pemerintah juga memperpanjang status darurat hingga 10 Agustus, memberikan kelonggaran bagi pihak otoritas untuk memulihkan langkah-langkah pembatasan berdasarkan wilayah tergantung pada tingkat keparahan epidemi.

Pemerintah mengharapkan Maroko mencatat defisit anggaran 7,5 persen dari produk domestik bruto tahun ini dan ekonomi menyusut sebesar 5 persen.

(ans/ayp)

[Gambas:Video CNN]