5 Negara Kembali Lockdown karena Corona Melonjak

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 09:07 WIB
Sejumlah negara memutuskan kembali melakukan lockdown setelah menemukan lonjakan penularan baru virus corona. Ilustrasi lockdown akibat virus corona. (AP/Emilio Morenatti)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah negara memutuskan kembali melakukan lockdown setelah menemukan lonjakan penularan baru virus corona.

Penularan Covid-19 masih menjadi ancaman dunia meski tren penularan virus serupa SARS itu beranjak menurun di beberapa negara dan kawasan.

Meski banyak negara telah mulai melonggarkan kebijakan pembatasan pergerakan dan kembali membuka kegiatan perekonomian serta bisnis secara bertahap, lima negara ini memilih menutup diri dan menerapkan penguncian wilayah atau lockdown setelah kembali mendeteksi penyebaran virus corona.


China

Usai menerapkan lockdown nasional selama tiga bulan akibat Covid-19, pemerintah China kembali membuka kegiatan perekonomian dan bisnis, seperti sejumlah tempat wisata ikonik, hingga sekolah secara bertahap pada Mei lalu. Tak lama, pejabat kesehatan China mendeteksi lonjakan kasus baru corona yang ditemukan di Ibu Kota Beijing pada awal Juni lalu.

China lantas memutuskan menerapkan lockdown di sebagian wilayah Beijing setelah ratusan virus corona baru terdeteksi kembali muncul di area pasar tradisional ibu kota.

Lonjakan kasus baru itu berasal dari pasar grosir Xinfadi. Klaster di pasar itu terjadi setelah tiga pedagang dan dua pengunjung pasar dinyatakan positif corona.

Rabu kemarin, pihak berwenang China juga kembali melaporkan lonjakan kasus virus corona baru yakni 101 infeksi. Dari kasus-kasus baru itu, 98 di antaranya merupakan infeksi lokal di sebagian besar wilayah barat laut Xinjiang.
 
Ini merupakan penghitungan harian tertinggi kasus baru sejak 13 April lalu dengan 108 terkonfirmasi.

Pihak berwenang setempat memusatkan perhatian pada klaster baru yang muncul pekan lalu di sebuah pabrik pengolahan makanan di Dalian, Provinsi Liaoning.
 
Para pejabat mengatakan para pekerja di sana menangani pengemasan makanan laut impor yang terkontaminasi virus. Dalam sepekan terakhir, 52 kasus dikonfirmasi di Dalian dan 30 di antaranya merupakan karyawan di pabrik tersebut.

Berdasarkan statistik Worldometer hingga Kamis (23/7), China tercatat memiliki 84,060 kasus Covid-19 dengan 4.634 kematian.

Malaysia

Pemerintah Malaysia berencana menerapkan kembali kebijakan penguncian wilayah jika kasus baru virus corona melonjak hingga 100 pasien per hari.

Malaysia saat ini tengah berada dalam tahap pemulihan dan sudah tak menerapkan perintah pengawasan pergerakan (MCO) ketat. Hampir seluruh kegiatan bisnis dan ekonomi telah berjalan kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Namun, pihak berwenang Malaysia kembali mendeteksi lonjakan kasus corona baru dalam beberapa pekan terakhir.

Pada Selasa (28/7), Malaysia mencatat 39 kasus baru, di mana 28 infeksi di antaranya merupakan penularan lokal. Puluhan kasus baru corona juga ditemukan setiap harinya dalam sepekan terakhir.

Penemuan kasus baru ini muncul setelah Kementerian Kesehatan sempat mengumumkan nol kasus corona baru pada 1 Juli lalu untuk pertama kalinya sejak Maret.

Hingga kini Malaysia memiliki 8.956 kasus corona dan 124 kematian.

Vietnam

Pemerintah Vietnam memutuskan menutup (lockdown) kota ketiga terbesar di negara itu, Da Nang, selama dua pekan setelah terjadi penularan virus corona (Covid-19) terhadap 15 orang.

Kasus infeksi Covid-19 di Da Nang dilaporkan terjadi secara lokal. Penyebaran itu terdeteksi setelah selama tiga bulan tidak ada penambahan kasus di Vietnam.

Menurut data, 15 orang yang positif Covid-19 adalah pasien dan petugas kesehatan di rumah sakit Da Nang.

Pemerintah Vietnam menutup sementara seluruh tempat usaha di Da Nang dan menerapkan kebijakan jaga jarak.

Hingga Kamis (30/7), Vietnam memiliki 459 kasus Covid-19 dan nihil kematian.

Australia

Serupa dengan China, Australia memutuskan mengisolasi negara bagian Victoria setelah menemukan lonjakan kasus corona baru hingga mencapai tiga digit infeksi per hari pada awal Juli lalu.

Dalam dua pekan sejak diberlakukan lockdown, Victoria beberapa kali juga mencatat rekor kasus harian sebanyak 217, 363, dan 275.

Australia juga menerapkan lockdown terhadap Ibu Kota Victoria, Melbourne, selama enam pekan demi mengendalikan virus corona yang melonjak lagi di wilayah tersebut.

Pemerintahan Perdana Menteri Scott Morisson bahkan mengerahkan personel militer dan polisi untuk menjaga perbatasan negara bagian Victoria dan memastikan warga tetap tinggal di rumah selama masa isolasi.

Australia bahkan melaporkan rekor infeksi corona baru sebanyak 502 kasus dalam sehari pada Rabu (22/7). Sebanyak 484 kasus dari total 502 infeksi corona baru itu terdapat di Victoria.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Dengan begitu saat in ada lebih dari 3.408 kasus corona aktif dan 44 kematian di Victoria.

Berdasarkan statistik Worldometer per hari ini, Australia tercatat memiliki 15.582 kasus corona dengan 176 kematian.

Spanyol

Spanyol kembali memberlakukan lockdown di wilayah Catalonia setelah kasus penularan corona baru kembali melonjak di daerah tersebut sejak pertengahan Juli lalu.

Pemerintah wilayah Catalonia mengatakan kepada sekitar 140 ribu penduduknya terutama di dan sekitar kota Lerida di timur laut untuk kembali melakukan isolasi dan hanya boleh meninggalkan rumah untuk bekerja atau melakukan aktivitas penting saja.

Seminggu sebelumnya, pemerintah Catalan telah membatasi warga untuk bepergian dari dan ke negara bagian El Segria. Sebab, wilayah dengan populasi 210 ribu itu telah mengalami penambahan penularan Covid-19.

Otoritas kesehatan Catalan juga terus memantau wabah di Hospitalet, sebuah kota padat penduduk di wilayah metropolitan Barcelona yang lebih besar. Secara total, timur laut Catalonia melaporkan lebih dari 800 kasus baru pada Minggu.

Spanyol baru membuka lockdown nasional pada pertengahan Juni lalu setelah tiga bulan berada dalam penguncian wilayah demi mengendalikan virus yang telah secara resmi merenggut lebih dari 28.300 jiwa.

Per hari ini, berdasarkan statistik Worldometer, Spanyol tercatat memiliki 329.721 kasus Covid-19 dengan 28.441 kematian.

(dea)

[Gambas:Video CNN]