Argentina Tunda Longgarkan Lockdown Corona

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 01/08/2020 06:57 WIB
Menurut pemerintah Argentina penanganan virus corona jauh dari bisa dikendalikan. Buenos Aires, Argentina. (AP/Victor R. Caivano)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Argentina Alberto Fernandez mengumumkan pada Jumat (31/7) menunda melonggarkan lockdown (penguncian wilayah) karena mendapati peningkatan kasus baru infeksi virus corona dan khawatir sistem kesehatan bakal kewalahan.

"Kami akan mempertahankan hingga 16 Agustus," kata Fernandez.

Fernandez menjelaskan dalam beberapa hari virus corona telah menyebar lebih luas dan tercatat perkembangan infeksi baru terus terjadi. Menurut dia hal ini bisa menggembungkan tingkat kunjungan ke rumah sakit.


Pada Kamis, Argentina mencatat 6.377 kasus baru Covid-19 dan catatan 153 orang meninggal dunia. Sejauh ini Argentina mendapatkan lebih dari 185 ribu kasus dan 3.400 kematian.

Saat ini lebih dari 1.000 orang sedang dirawat intensif atas kasus terkait Covid-19. Angka itu sudah mewakili 55 persen kemampuan sistem kesehatan di Argentina secara keseluruhan dan 64,5 persen di Buenos Aires.

Lebih dari 90 persen kasus di Argentina berada di Buenos Aires.

"Jika catatan itu tidak turun kami terpaksa harus melakukan karantina lebih ketat sebab [rumah sakit] bakal penuh," kata Gubernur Buenos Aires Axel Kicillof.

Sejak awal pekan kemarin telah ada wacana mengendurkan lockdown seperti misalnya mengizinkan masyarakat melakukan olah raga individu di luar ruangan. Meski demikian rencana itu tertunda sebab pandangan pemerintah.

"Masalah besar yang kami dapat selama dua pekan terakhir adalah kita santai. Kita merasa situasi telah terkendali, tetapi bukan itu masalahnya. Ini jauh dari bisa diatasi," ucap Fernandez.

Sementara banyak bisnis bisa kembali dibuka, sekolah, olah raga, dan pertunjukan tetap dilarang di Argentina.

Argentina telah kembali menjalankan lockdown sejak 1 Juli karena kasus baru terus meningkat.

Berbagai negara di dunia telah memberlakukan lokcdown selama berbulan-bulan karena pandemi Covid-19, kemudian sebagian sudah melonggarkannya dengan berbagai macam alasan. Meski demikian beberapa negara sudah memutuskan kembali melakukan lockdown lantaran kasus baru positif terus terjadi.

Beberapa negara yang kembali lokcdown di antaranya China, Malaysia, Vietnam, Australia, dan Spanyol.

(fea)

[Gambas:Video CNN]