Korsel Tangkap Ketua Sekte yang Halangi Penanganan Corona

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 01/08/2020 17:55 WIB
Pemimpin sekte dituduh memberikan catatan tidak akurat tentang pertemuan sekte dan daftar palsu anggota kepada otoritas kesehatan. Ilustrasi situasi di Korea Selatan saat pandemi Covid-19. (AFP/JUNG YEON-JE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin sekte rahasia Korea Selatan (Korsel) Shincheonji Church of Jesus, Lee Man-hee, ditangkap karena diduga menghalangi upaya pemerintah menangani pandemi Covid-19.

Shincheonji Church of Jesus merupakan sekte yang dianggap sebagai aliran sesat di Korsel. Orang-orang yang terhubung dengan sekte ini merupakan setengah dari total kasus positif Covid-19 di Korsel pada Februari dan Maret.

AFP memberitakan, pada 19 Juli tercatat lebih dari 5.200 warga Korsel yang terkoneksi dengan sekte itu telah terinfeksi Covid-19. Angka ini berkontribusi 38 persen dari seluruh kasus positif menurut Korea Centers for Disease Control and Prevention.


Lee dituduh memberikan catatan tidak akurat tentang pertemuan sekte dan daftar palsu anggota kepada otoritas kesehatan.

Seorang narasumber dari pengadilan di Korsel menjelaskan kepada AFP bahwa Lee ditangkap pada Sabtu (1/8) setelah pengadilan distrik Suwon memberikan surat perintah penangkapan.

Menurut kantor berita Yonhap, seorang Hakim mengatakan 'Telah ada situasi yang mengindikasikan upaya sistematis untuk menghancurkan bukti.'

Sementara itu Shincheonji mengklaim anggotanya menghadapi stigma dan diskriminasi sosial jika kepercayaannya diketahui publik. Hal ini membuat beberapa di antaranya tidak menanggapi pertanyaan resmi dari otoritas.

Shincheonji juga menyatakan penangkapan Lee bukan berarti pemimpinnya itu bersalah.

Lee diduga khawatir tentang permintaan berlebihan dari pemerintah terkait informasi detail anggotannya dan disebut tak pernah memerintahkan bawahannya untuk menahan-nahan informasi.

Sekte Shincheonji didirikan pada 1984, meyakini Lee mengenakan jubah Yesus Kristus dan akan membawa 144 ribu orang bersamanya ke surga pada hari penghakiman. Ia diketahui memiliki sekitar 200 ribu pengikut.

Lee juga dituduh menggelapkan dana Shincheonji dan menggelar acara keagamaan pada fasilitas publik tanpa izin.

Lee telah meminta maaf pada Maret karena penyebaran Covid-19 di Korsel. Sejak saat ini Korsel seolah kembali normal dan terlihat mampu mengendalikan wabah dengan perluasan program 'melacak, tes, dan pengobatan'.

Pada Sabtu Korsel mengumumkan 31 kasus baru Covid-19, sehingga total sejauh ini menjadi 14.336.

(fea)

[Gambas:Video CNN]