Pesawat Pengebom Dikirim ke LCS, China Klaim Operasi Reguler

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 02/08/2020 22:25 WIB
China mengerahkan sejumlah pesawat pengebomnya untuk menggelar latihan militer di kawasan Laut China Selatan. Ilustrasi. China mengerahkan sejumlah pesawat pengebomnya untuk menggelar latihan militer di kawasan Laut China Selatan. (Sam YEH / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah China mengatakan mengerahkan sejumlah pesawat pengebomnya untuk menggelar latihan "dengan intensitas tinggi" di Laut China Selatan pada Kamis (30/7).

Kementerian Pertahanan China mengatakan latihan penyerangan itu melibatkan sejumlah pesawat H-6G dan H-6J. Pesawat-pesawat itu melakukan simulasi lepas landas, serangan jarak jauh, dan serangan terhadap target laut.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Ren Guoqiang, mengatakan bahwa latihan ini merupakan bagian dari operasi reguler militer China guna meningkatkan kesiapan tempur angkatan bersenjata. Meski begitu, Ren tidak menjelaskan secara detail lokasi latihannya.


Mengutip South China Morning Post, latihan militer ini berlangsung hanya beberapa hari setelah dua armada kapal induk Amerika Serikat melakukan latihan yang sama di Laut China Selatan.

Sementara itu, Komando Kawasan Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (militer China) mengatakan bahwa tiga kapal frigatnya, yakni Liupanshui, Quijing, dan Meizhou, juga menggelar latihan di Laut China Selatan pada awal Juli.

Peningkatan intensitas latihan militer antara China dan AS terjadi di tengah ketegangan antara kedua negara setelah Beijing semakin agresif mempertegas klaim sepihaknya atas 90 persen wilayah di Laut China Selatan.

Awal Juli ini, AS menyatakan seluruh klaim maritim China atas Laut China Selatan ilegal. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuturkan, Negeri Paman Sam dan dunia tidak akan membiarkan Beijing menjadikan Laut China Selatan sebagai "kerajaan maritimnya".

Sementara itu, Ren membantah pernyataan AS tersebut. Ia menganggap China memiliki "klaim tak terbantahkan" atas Laut China Selatan.

China mengatakan, latihan militer AS di Laut China Selatan justru membuktikan "sifat hegemoni" Negeri Paman Sam yang mengganggu perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.

Silang Sengketa Laut China SelatanFoto: CNN Indonesia/Fajrian

"Kami menuntut AS berhenti mengeluarkan pernyataan yang salah, menghentikan tindakan militer provokatifnya di Laut China Selatan, dan berhenti menebarkan perselisihan antara negara-negara di kawasan itu," ujar Ren.

China diketahui mengklaim banyak wilayah negara lain di Laut China Selatan, termasuk wilayah Indonesia di Natuna Utara. Negara lainnya yang terdampak klaim China ialah Filipina, Vietnam, hingga Malaysia.

AS, yang memiliki pangkalan militer di Filipina, pun bergerak mencegah dominasi China di LCS.

(rds/asr)

[Gambas:Video CNN]