Pemberontak Houthi Tembak Jatuh Drone AS di Perbatasan Saudi

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 10:12 WIB
Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengklaim menembak jatuh pesawat mata-mata milik AS di dekat perbatasan dengan Arab Saudi. Ilustrasi kelompok pemberontak Houthi di Yaman. (AFP PHOTO / MOHAMMED HUWAIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengklaim menembak jatuh pesawat mata-mata milik Amerika Serikat di wilayah utara negara itu, dekat perbatasan dengan Arab Saudi.

Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan drone jenis RQ-20 Puma-style itu ditembak di langit Harad pada Minggu (2/8) waktu setempat.

"Kami telah menembak jatuh pesawat pengintai RQ-20 Puma-style buatan AS di Harad, di utara Yaman, dekat kota Jazan, Arab Saudi," kata Yahya Saree di Twitter seperti dikutip dari Anadolu Agency.


Ini bukan kali pertama drone AS jatuh tertembak di kawasan Timur Tengah. Tahun lalu Houthi juga mengklaim menembak jatuh drone AS di Yaman.

Pada Juni tahun lalu, Iran menembak jatuh pesawat tanpa awak AS, Global Hawk, yang hampir memancing Presiden Trump meluncurkan serangan terhadap Teheran.

Yaman telah dilanda konflik sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota, Sanaa.

Krisis makin parah pada 2015 ketika koalisi militer yang dipimpin Saudi meluncurkan serangan udara untuk menghancurkan Houthi.

Perang sipil di Yaman diperkeruh ketika Iran dilaporkan mendukung kelompok Houthi. Konflik di Yaman pun disebut-sebut sebagai perang pion atau proxy war antara Saudi dan Iran di Timur Tengah.

Puluhan ribu rakyat Yaman meninggal akibat perang tersebut. Yaman bahkan didera krisis kelaparan dan wabah kolera sampai hari ini.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menganggap konflik yang telah berjalan selama empat tahun di Yaman ini sebagai krisis kemanusiaan terburuk sepanjang sejarah.

Nahasnya, konflik di Yaman kerap kali terlupakan oleh komunitas internasional, terutama di masa pandemi virus corona (Covid-19) ini.

(dea)

[Gambas:Video CNN]