Pelbagai Video Kesaksian Warga Lihat Ledakan Beirut

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 05:01 WIB
Dua ledakan besar meluluhlantakkan Kota Beirut, Libanon pada Selasa (4/8). Berikut video kesaksian warga setempat. Dua ledakan besar meluluhlantakkan Kota Beirut, Libanon pada Selasa (4/8). Ilustrasi. (Istockphoto/Inhauscreative).
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua ledakan besar mengguncang kawasan pelabuhan Kota Beirut, Libanon pada Selasa (4/8) waktu setempat. Ledakan itu menewaskan setidaknya 50 orang dan melukai ribuan orang.

Dahsyatnya ledakan membuat warga yang tinggal di kejauhan mendengar suara dentuman kencang dan menyaksikan asap berbentuk jamur membumbung tinggi. 

Getarannya membuat kaca-kaca bangunan yang terletak puluhan kilometer pecah. Hal itu seperti yang ditangkap oleh video yang diunggah Abbir Ghatas melalui akun Twitter @AbbirGhattas. CNNIndonesia.com telah meminta izin untuk menampilkan video yang viral ini.


"Kakak laki-lakiku mengirim video ini kepadaku. Kami tinggal 10 Km dari lokasi kejadian dan kaca-kaca di bangunan kami pecah," ujar Ghatas dalam cuitan yang telah dibagikan 56,1 ribu pengguna Twitter.

Dari tengah laut, saksi mata mendengar dentuman yang disusul oleh asap berwarna merah dan putih berbentuk kubah.

[Gambas:Video CNN]

Ia juga membagikan sejumlah video yang ia dapat WhatsApp Group keluarganya yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Dalam salah satu video, tampak asap tebal menyelimuti kota, kaca-kaca gedung rontok, dan truk hancur.

Berdasarkan keterangan petugas keamanan setempat kepada AFP, goncangan yang berasal dari kawasan pelabuhan itu menimbulkan suasana mencekam di ibu kota. 

"Malapetaka di dalam. Banyak mayat di tanah," kata seorang tentara di tempat kejadian.

Kepala Keamanan Umum Abbas Ibrahim menduga ledakan berasal dari bahan peledak yang disimpan di kawasan tersebut bertahun-tahun sebelumnya. Investigasi lebih lanjut akan dilakukan.

"Nampaknya ada gudang yang menyimpan material yang disita bertahun-tahun lalu, dan tampaknya merupakan yang berdaya ledak tinggi," ujar Ibrahim.

Perdana Menteri Libanon Hassan Diab menyatakan akan menindak siapapun yang bertanggung jawab atas peristiwa itu. Ia juga menetapkan Rabu (5/8) sebagai Hari Berkabung Nasional.

"Mereka yang bertanggung jawab atas bencana ini akan membayarnya," ujar Diab dalam pernyataan yang disiarkan stasiun TV lokal.



(sfr)