Trump Sebut Ledakan di Libanon Sebagai Serangan

Associated Press, CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 07:07 WIB
Presiden AS, Donald Trump, mengklaim bahwa ledakan besar yang terjadi di pelabuhan ibu kota Beirut, Libanon, adalah sebuah serangan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (AP/Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim mendapat laporan dari militer bahwa ledakan besar yang terjadi di pelabuhan ibu kota Beirut, Libanon, adalah sebuah serangan.

"Saya bertemu dengan sejumlah jenderal dan mereka mengatakan merasa ledakan itu bukan akibat proses kecelakaan kerja. Mereka melihatnya sebagai sebuah serangan. Seperti bom atau lainnya," kata Trump dalam jumpa pers di Washington D.C., seperti dilansir Associated Press, Rabu (5/8).

Sampai saat ini korban tewas akibat ledakan dilaporkan mencapai lebih dari 70 orang. Selain itu, lebih dari 3.000 orang terluka.


Ledakan juga mengakibatkan gempa lokal dengan magnitudo 3.5.

Sumber ledakan diperkirakan berasal dari gudang di pelabuhan yang menyimpan amonium nitrat yang berdaya ledak tinggi. Bahan kimia itu disita dari sebuah kapal beberapa waktu lalu.

Sampai saat ini proses evakuasi dan penyisiran di lokasi kejadian masih berlangsung.

(ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]