Ledakan di Libanon Picu Gempa, Korban Bertambah

Associated Press, CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 06:36 WIB
Jumlah korban meninggal akibat ledakan di ibu kota Beirut, Libanon dilaporkan mencapai lebih dari 70 orang, dan korban luka sekitar 3.000 orang. Ilustrasi ledakan. (Istockphoto/ Sankai)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah korban meninggal akibat ledakan yang terjadi di ibu kota Beirut, Libanon, dilaporkan mencapai lebih dari 70 orang, dan korban luka sekitar 3.000 orang.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (5/8), menurut data yang terekam oleh Pusat Studi Bumi Jerman (GFZ), ledakan yang cukup besar itu juga mengakibatkan gempa lokal dengan magnitudo 3.5.

Suara dentumannya bahkan dilaporkan terdengar hingga Siprus yang berjarak 200 kilometer di lepas laut Mediterania.


Ledakan juga menghancurkan sebagian besar pelabuhan, dan membuat kepulan asap tebal.

Getaran dan gelombang akibat ledakan membuat kaca bangunan pecah hingga beberapa kilometer.

Menurut Kepala Badan Keamanan Libanon, Abbas Ibrahim, ledakan itu diduga kuat berasal dari sebuah gudang yang menyimpan bahan dengan  daya ledak tinggi yang disita dari sebuah kapal beberapa tahun lalu.

CNNIndonesia.com masih berupaya menghubungi Kementerian Luar Negeri untuk meminta konfirmasi tentang kondisi warga Indonesia yang berada di Beirut.

(ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]