Australia Pecahkan Rekor Harian Covid-19, 725 Kasus Baru

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 20:33 WIB
Australia memecahkan rekor harian kasus Covid-19 pada Selasa (4/8) sebanyak 725 infeksi virus corona. Australia mencatat rekor harian Covid-19 sebanyak 725 infeksi baru. (Foto: AFP/WILLIAM WEST)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri negara bagian Victoria, Australia Daniel Andrews melaporkan tambahan 725 kasus baru dan penambahan 15 kematian karena virus corona dalam waktu 24 jam terakhir pada Selasa (4/8).

Rekor penambahan kasus baru ini terjadi di hari ketiga Victoria memasuki penguncian wilayah (lockdown) tahap empat terhadap kota Melbourne.

Mengutip CNN, dari total rekor kali ini, sekitar 164 diantaranya terkait dengan kasus dan pandemi yang sedang terjadi. Sementara sisanya, sekitar 561 kasus masih dalam tahap penelusuran kontak untuk mengetahui asal infeksi.


Sekitar 12 dari 15 kasus baru terkait dengan klaster panti jompo. Salah satu dari pasien meninggal yang berusia 30-an tahun diketahui terinfeksi virus.

Andrews mengatakan menunda rencana untuk menambah kapasitas tempat tidur untuk merawat pasien kritis di rumah sakit. Ia menyampaikan terima kasih kepada warga Melbourne yang mematuhi aturan setelah memperketat lockdown.

"Kami tidak sedang di situasi agar pasien dalam kondisi sakit harus menunggu lebih lama karena kami merawat pasien yang harus diutamakan, tetapi tidak harus dalam kondisi yang kritis secara waktu," katanya dalam konferensi pers, Rabu (5/8).

Untuk menertibkan warga saat karantina, Departemen Pertahanan Australia akan mengerahkan 50 pasukan ke Melbourne.
Andrews mengatakan penambahan pasukan untuk membantu 300 petugas dari departemen kesehatan saat mengawasi warga yang dikarantina.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa akan ada tambahan lebih dari 500 personel ADF (Angkatan Pertahanan Australia) yang datang ke Melbourne dalam beberapa hari mendatang," ujarnya.

Selain menambah pasukan untuk mengawasi karantina, Andrews juga mengumumkan pemberlakuan denda bagi warga yang nekat keluar rumah dan pemberlakuan jam malam. Orang yang nekat keluar saat karantina akan didenda hingga 14.290 dolar Australia (sekitar Rp151 juta) dan menghadapi hukuman di persidangan.

Kepala Kepolisian Victoria, Lisa Neville juga memperingatkan bahwa polisi akan berpatroli untuk memastikan warga tidak melanggar aturan jam malam.

Jam malam akan diberlakukan mulai Minggu (9/8) hingga 13 September. Orang-orang dilarang bepergian dengan jarak lebih dari 5 km dari rumah dan harus berada di rumah mulai pukul 8 malam hingga 5 September.

(CNN/evn)

[Gambas:Video CNN]