Duka RI untuk Libanon, Kontingen Garuda Bantu Evakuasi Korban

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 19:31 WIB
Kemlu mewakili pemerintah RI menyampaikan duka cita dan simpati mendalam kepada keluarga, pemerintah, dan rakyat Libanon atas ledakan di Beirut. Kehancuran akibat ledakan di Beirut, Libanon. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri mewakili pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita dan simpati mendalam kepada keluarga, pemerintah, dan rakyat Libanon atas ledakan di Beirut. Insiden itu merenggut 100 korban jiwa dan ribuan lainnya luka-luka.

"Rakyat Indonesia senantiasa bersama rakyat Libanon dalam menghadapi situasi sulit dan kesedihan ini," tulis Kemlu dalam rilis di situs resmi, Rabu (5/8).

Kontingen Garuda yang tergabung dalam Misi Perdamaian PBB United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) turut membantu evakuasi korban ledakan di pelabuhan Beirut yang terjadi pada Selasa (4/8) petang itu. Mereka terjun untuk membantu penanganan pasca ledakan.


Satu unit ambulans bersama anggota Satgas Hospital Level 2 dikerahkan untuk membantu penanganan dan evakuasi para korban.

Kontingen Garuda adalah anggota TNI yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain. Pemerintah Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi di Libanon pasca ledakan.

Sejauh ini dilaporkan satu WNI berinisial NNE menjadi korban dengan menderita luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan. Saat ini yang bersangkutan sudah kembali ke rumah.

Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI yang tinggal di Libanon dengan rincian 1.234 orang merupakan personel Kontingen Garuda yang tergabung dalam Misi Perdamaian PBB UNIFIL dan 213 lainnya adalah WNI sipil.
 
Hingga kini Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi masih terus berkomunikasi dengan Duta Besar RI di Beirut untuk memperoleh informasi perkembangan situasi serta memastikan keselamatan dan keamanan WNI.
 


Sementara itu Kontingen Garuda dipastikan aman dari ledakan besar tersebut. Meski demikian, Komandan Pusat Misi Pasukan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayor Jenderal Victor Hasudungan Simatupang, mengatakan pihaknya mengalami kerugian dari ledakan di Beirut tersebut.

Kapal Satgas Maritim Task Force (MTTF) yang tengah bersandar di Pelabuhan Beirut terkena imbas ledakan. "Kapal milik KRI Hasanuddin yang diparkir di pelabuhan, kemungkinan terkena imbas ledakan," ujarnya.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]