Ratu Elizabeth II Turut Berduka atas Ledakan di Libanon

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 23:39 WIB
Ratu Elizabeth II menyampaikan ucapan belasungkawa kepada Presiden Libanon Michael Aoun dan para korban ledakan dahsyat di Beirut, Libanon. Ratu Elizabeth II menyampaikan ucapan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para korban ledakan dahsyat di Beirut, Libanon. (AP/Toby Melville).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ratu Elizabeth II menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada Presiden Libanon Michael Aoun atas kejadian ledakan dahsyat di pesisir Beirut.

"Saya dan Pangeran Philip sangat berduka atas berita tersebut. Doa kami haturkan untuk keluarga dan kerabat mereka yang terluka atau kehilangan nyawa, dan semua yang rumah maupun mata pencahariannya terdampak," tulis pesan Ratu Elizabeth yang dirilis melalui pernyataan Kerajaan Buckingham yang dikutip dari AFP, Rabu (5/8).

Berdasarkan laporan Reuters yang dilansir Antara, Menteri Pendidikan Junior Inggris Nick Gibb menilai masih terlalu cepat untuk berspekulasi tentang penyebab ledakan tersebut.


"Otoritas Libanon tentunya sedang menyelidiki penyebab tragedi itu dan sebelum kami mendapatkan hasil penyelidikan, terlalu cepat untuk berspekulasi."

Gibb juga mengatakan kepada lembaga penyiar Sky bahwa Inggris sedang membahas bantuan teknis dan finansial apa yang dapat ditawarkan kepada Lebanon.

Ledakan dahsyat di kawasan pelabuhan Beirut itu terjadi pada pukul 18.02, Selasa (4/8) waktu setempat. Kejadian itu menewaskan setidaknya 100 orang dan melukai ribuan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
 
Aoun mengatakan ledakan itu berasal dari sebuah gudang dekat pelabuhan Beirut yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat.

Ribuan ton amonium nitrat itu disebut tersimpan secara tidak aman selama kurang lebih enam tahun. Ia pun bersumpah akan menjatuhkan "sanksi terberat" terhadap pihak yang bertanggung jawab.
 
Ia juga menetapkan status darurat nasional selama dua pekan terkait insiden di ibu kota ini.
 
Gubernur Beirut Marwan Abboud mengatakan ledakan setara gempa berkekuatan 3,3 M itu mengingatkannya pada peristiwa bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang.

(afp/sfr)

[Gambas:Video CNN]