Kawah Selebar 124 Meter Muncul dari Lokasi Ledakan di Beirut

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 14:48 WIB
Citra satelit yang dirils Planet Labs. Inc menunjukkan kemunculan kawah selebar 124 meter di lokasi sumber ledakan dahsyat di Beirut, Libanon. Kawah selebar 124 yang muncul di lokasi ledakan di Beirut, Libanon. (Foto: ©2020 Maxar Technologies via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Citra satelit yang dirilis Planet Labs. Inc memperlihatkan kemunculan kawah berdiameter 124 meter dari lokasi ledakan gudang amonium nitrat di Beirut, Libanon pada Selasa (4/8) petang.

Gambar satelit yang dirilis sehari setelah kejadian, Rabu (5/8) pagi oleh Maxar, perusahaan yang mengoperasikan armada satelit pengamat Bumi beresolusi tinggi. Dalam foto yang dirilis menunjukkan kemunculan kawah berukuran lebih besar dari lapangan sepak bola dan keadaan di sekitar lokasi kejadian yang porak poranda.

Maxar, merilis kawah berisi air yang kini terbentuk merupakan gudang penyimpanan amonium nitrat yang diduga menjadi titik utama pemicu ledakan besar.


Maxar membandingkan dua foto yang diambil sebelum dan setelah kejadian ledakan, atau pada 9 Juni dan 5 Agustus.

Gambar yang diambil dari satelit WorldView-3 Maxar pada 9 Juni dan gambar dari satelit WorldView-2 pada 5 Agustus menunjukkan kemunculan kawah selebar 124 meter berisi air dari Laut Mediterania. Kawah tersebut menggantikan gudang penyimpanan amonium nitrat yang lenyap saat terjadi ledakan dahsyat.

Bukan hanya gudang, citra satelit yang sama juga memperlihatkan bangunan yang berada di dekatnya telah rata dengan tanah. Sementara baja rangka bangunan bengkok dan tanaman hijau yang berada di sekitarnya hangus terpanggang.

Infografis Fakta di Balik Ledakan Besar di LibanonFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Infografis Fakta di Balik Ledakan Besar di Libanon

Mengutip CNN, Maxar juga membandingkan gambar satelit lain yang menampilkan sebuah kapal pesiar yang berlabuh di pelabuhan ketika diabadikan pada 31 Juli. Sehari setelah terjadinya ledakan, citra satelit menunukkan kapal pesiar yang sama telah terguling jauh dari pelabuhan.

Ledakan dahsyat yang terjadi pada Selasa pukul 18.00 waktu setempat sempat memicu gempa dengan magnitudo 3,3. Besarnya getaran ledakan bahkan sempat terasa hingga Siprus yang berjarak 200 kilometer dari lokasi kejadian.

A combo of satellite images of the port of Beirut and the surrounding area in Lebanon, top, taken on May 31, 2020 and the bottom taken on Wednesday Aug. 5, 2020 that shows the destruction following a massive blast on Tuesday. Residents of Beirut confronted a scene of utter devastation a day after a massive explosion at the port rippled across the Lebanese capital, killing at least 100 people, wounding thousands and leaving entire city blocks blanketed with glass and rubble. (Planet Labs Inc. via AP)Foto citra satelit sebelum dan setelah terjadinya ledakan di Beirut. (Planet Labs Inc. via AP)

Sejauh ini dilaporkan lebih dari 135 orang meninggal dan 5.000 orang terluka akibat ledakan tersebut. Ribuan ton bahan kimia yang tersimpan di gudang di pelabuhan Beirut disebut merupakan barang sitaan dari kapal milik perusahaan Rusia karena melanggar sejumlah aturan pada 2013 lalu.

Sejumlah dokumen yang diperoleh CNN mengungkap bahwa kapal kargo, MV Rhosus, yang berbendera Moldova berangkat dari Batumi, Georgia, membawa 2.750 ton amonium nitrat menuju Mozambik.

MV Rhosus sempat berlabuh di Yunani untuk mengisi bahan bakar sebelum menuju Libanon. Grechuskin meminta kapal itu mengambil muatan ke Libanon dengan harapan bisa menutupi ongkos perjalanan.

Kapal itu lantas ditahan oleh aparat pelabuhan Beirut karena "pelanggaran berat dalam pengoperasian kapal", belum membayar bea masuk ke pelabuhan, dan pengaduan para awak kapal yang berasal dari Rusia dan Ukraina.

Alhasil, Prokoshev dan para awak memilih meninggalkan kapal itu. Para awak asal Rusia lantas dipulangkan, tetapi gaji mereka tidak dibayar.

Sementaral ribuan ton amonium nitrat itu dibiarkan berada di dalam kapal. Aparat pelabuhan Beirut juga tidak diizinkan memindahkan muatan di kapal itu ke kapal lain hingga akhirnya menjadi pemicu ledakan pada Selasa lalu.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]