Menkes AS Berkunjung ke Taiwan Pelajari Penanganan Corona

CNN Indonesia | Minggu, 09/08/2020 11:44 WIB
Perjalanan ke Taiwan itu dilakukan di tengah merenggangnya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan China. Ilustrasi. (Istockphoto/Mykola Sosiukin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan Amerika Serikat, Alex Azar, akan mendarat di Taiwan pada Minggu (9/8) untuk melakukan kunjungan tingkat tinggi dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen.

Dilansir dari dari AFP, Azar menjadi anggota kabinet paling senior yang mengunjungi Taiwan dalam beberapa dekade, di tengah merenggangnya hubungan AS dan China ke posisi terendah dalam sejarah.

Washington menyebut perjalanan itu sebagai kesempatan untuk belajar dari perjuangan Taiwan melawan virus corona dan untuk merayakan nilai-nilai progresifnya.



"Perjalanan ini merupakan pengakuan atas keberhasilan Taiwan dalam memerangi Covid-19 dan bukti kepercayaan bersama bahwa masyarakat terbuka dan demokratis adalah yang paling siap untuk memerangi ancaman penyakit seperti Covid-19," kata seorang pejabat departemen kesehatan dan layanan manusia kepada wartawan sebelum kunjungan.

Selain bertemu dengan Tsai, Azar akan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Kesehatan, Chen Shih-chung dan Menteri Luar Negeri, Joseph Wu.

Dia juga akan bertemu dengan ahli virus corona dan memberikan pidato kepada mahasiswa kesehatan masyarakat serta alumni program pelatihan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Kunjungan ini sempat menuai kecaman dari Beijing, yang menolak keras setiap pengakuan atas Taiwan yang memiliki sistem pemerintahan sendiri.

Pekan lalu, China menggambarkan rencana kunjungan Azar ke Taiwan sebagai ancaman bagi "perdamaian dan stabilitas" kedua negara, dan menteri pertahanan China memperingatkan agar Washington tidak membuat "langkah berbahaya".

Taiwan telah menjadi percontohan untuk mengalahkan virus corona berkat program pelacakan yang diasah dengan baik serta pengendalian perbatasan yang tegas.

Terlepas dari kedekatan dan hubungan ekonominya dengan China, Taiwan mencatat kurang dari 500 infeksi dan tujuh kematian akibat virus tersebut.

Sebaliknya, AS mencatat kematian terbanyak di dunia dengan lebih dari 160 ribu jiwa.


(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]