China Ingatkan AS Tak Lakukan Tindakan Berbahaya di Taiwan

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 09:33 WIB
Menteri Pertahanan China Wei Fenghe mendesak AS menghentikan tindakan dan retorika terkait Taiwan demi mencegah eskalasi ketegangan. Ilustrasi konflik AS-China. (iStockphoto/Klubovy)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan China Wei Fenghe mendesak Amerika Serikat menghentikan tindakan dan retorika terkait Taiwan demi mencegah eskalasi ketegangan antara Beijing-Washington.

Desakan itu diutarakan Wei saat menelepon Menhan AS Mark Esper pada Kamis (6/8).

Menurut laporan kantor berita China, Xinhua,Wei mendesak AS menghentikan kata-kata dan perbuatan yang salah, juga menghindari mengambil tindakan berbahaya yang "mengacu pada status Taiwan serta sengketa Laut China Selatan".


"Wei dan Esper bertukar pandangan tentang hubungan bilateral, militer, serta kerja sama militer antara kedua negara untuk fase berikutnya," bunyi laporan Xinhua.

Dikutip AFP, Xinhua menuturkan pembicaraan telepon itu diinisiasi oleh Esper yang berlangsung menjelang kunjungan kontroversial Menteri Kesehatan AS Alex Azar ke Taiwan.

Kementerian Luar Negeri Taiwan telah mengonfirmasi rencana itu, dan mengatakan Azar akan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen.

Ini akan menjadi kunjungan tingkat tinggi pertama AS ke Taiwan sejak Washington mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taipei ke Beijing pada 1979.
 
Taiwan merupakan wilayah yang dinilai China membangkang karena ingin memerdekakan diri.

Pemerintah China menilai rencana AS itu bisa merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan membahayakan hubungan kedua negara yang saat ini berada di titik terendah sepanjang sejarah.

Selain perang dagang dan masalah ekonomi, AS dan China berselisih soal penanganan pandemi virus corona (Covid-19), status Taiwan, Hong Kong, hingga Laut China Selatan.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]