Jejak Dua Buronan Polri yang Tertangkap di AS

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 18:40 WIB
Dua warga Indonesia yang menjadi buronan Polri, Indra Budiman dan Sai Ngo NG, ditangkap aparat Amerika Serikat, pada Selasa (4/8). Ilustrasi. Dua warga Indonesia yang menjadi buronan Polri, Indra Budiman dan Sai Ngo NG, ditangkap aparat Amerika Serikat, pada Selasa (4/8). (Istockphoto/cihatatceken)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua warga Indonesia yang menjadi buronan Polri, Indra Budiman dan Sai Ngo NG, ditangkap aparat Amerika Serikat, pada Selasa (4/8).

Kementerian Luar Negeri RI mengatakan mendapat laporan penangkapan kedua buronan yang masuk dalam daftar red notice Interpol dari Konsulat Jenderal RI di Houston, Texas.

Meski begitu, Kemlu RI masih belum bisa menjelaskan detail penangkapan Indra dan Sai. Juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah menuturkan detail penangkapan kedua WNI itu akan diperbarui dari rilis KBRI di Washington atau KJRI Houston.


Indra Budiman diketahui merupakan tersangka tindak pidana penipuan dan pencucian uang penjualan Condotel Swiss Bell di Kuta, Bali. Kasus tersebut terjadi pada 2015 lalu.

Indra bersama rekannya, Christopher Andreas Lie, disebut menipu 1.157 orang dengan kerugian Rp800 miliar.

Christopher berhasil ditangkap Polda Metro Jaya pada Mei 2015, sementara itu Indra berhasil kabur ke Korea Selatan sebelum lari ke Amerika Serikat dan tertangkap di sana lima tahun kemudian.

Sementara itu, Sai Ngo NG terlibat kasus korupsi terkait pengajuan 82 KUR fiktif ke Bank Jatim cabang Wolter Monginsidi, Jakarta, pada 2015.

Dalam kasus tersebut, Sai bersama tiga tersangka lainnya terlibat sebagai koordinator dari pemohon kredit.

Sementara itu, Kepala Cabang dan Analis Kredit Bank BPD Jatim Cabang Wolter Monginsidi, AY dan RP, juga ikut menjadi tersangka kasus pengajuan KUR fiktif sebesar Rp72,8 miliar.

Kasus ini ditingkatkan ke penyidikan sejak November 2017. Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah meminta pencegahan bepergian ke luar negeri bagi para tersangka. Namun, Sai nampak masih bisa kabur ke luar negeri sampai akhirnya ditangkap di AS setelah lima tahun menjadi buronan.

Penangkapan Indra dan Sai di AS pertama kali dilaporkan Indonesia Police Watch (IPW) yang berbicara kepada sejumlah media lokal. Organisasi itu mengatakan dua buronan RI itu telah masuk red notice Interpol dan sudah diketahui keberadaannya di AS.

Berdasarkan informasi yang didapat, IPW mengatakan Indra dan Sai berhasil ditangkap Badan Penegak imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).

(rds/ayp)

[Gambas:Video CNN]