Penyidik Temukan Bunker di Lokasi Ledakan Beirut

CNN Indonesia | Senin, 10/08/2020 10:23 WIB
Tim penyidik menemukan tempat persembunyian berupa bunker bawah tanah di lokasi terjadinya ledakan di pelabuhan Beirut. Tim penyidik menemukan bunker bawah tanah di lokasi ledakan di Beirut, Libanon. (Foto: AP/Hussein Malla)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim penyidik di lokasi ledakan Beirut, Libanon menemukan tempat persembunyian berupa bunker bawah tanah di lokasi kejadian ledakan pada Selasa (4/8) lalu.

Puing-puing yang menutupi bunker itu sedang dipindahkan untuk mengakses dan mencari labirin bawah tanah yang menjadi harapan baru bagi keluarga korban yang masih hilang akibat ledakan.

Mengutip Skynews, bunker itu ditemukan terletak di bawah gudang silo raksasa yang runtuh akibat ledakan.


Sekitar lebih dari lima ribu orang dilaporkan terluka dalam ledakan besar akibat timbunan amonium nitrat di pelabuhan Beirut.

Sebelumnya pada Sabtu (8/8) lebih dari 60 orang dilaporkan belum ditemukan pasca ledakan dahsyat tersebut. Selain itu, jumlah korban tewas terus bertambah mencapai 154 orang.

"Jumlah korban tewas 154, termasuk 25 orang yang belum diidentifikasi. Selain itu, kami memiliki lebih dari 60 orang yang masih hilang," kata seorang perwakilan dari Kementerian Kesehatan Libanon kepada AFP, Sabtu (8/8).

Kementerian Kesehatan Libanon menyatakan hingga saat ini terdapat lebih dari 5.000 orang yang terluka. Sebanyak 120 orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Infografis Fakta di Balik Ledakan Besar di LibanonFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Infografis Fakta di Balik Ledakan Besar di Libanon

Saat ini, tim evakuasi masih mencari korban yang hilang tertimbun reruntuhan.

Pemerintah Libanon juga tengah mengusut penyebab ledakan di pelabuhan tersebut.

Presiden Libanon Michael Aoun berjanji mengusut tuntas penyebab insiden tersebut. Dia juga menolak segala bentuk penyelidikan internasional untuk mencegah campur tangan pihak asing yang dapat mengaburkan kebenaran.

Pemerintah Libanon menduga ledakan itu disebabkan timbunan amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan sejak 2013 tanpa pengamanan memadai. Dilaporkan terdapat 2.750 ton amonium nitrat di gudang tersebut. Amonium nitrat merupakan bahan kimia berdaya ledak tinggi.

Aparat setempat kini sedang mencari pemantik atau pemicu ledakan amonium nitrat tersebut. Terdapat sejumlah dugaan munculnya ledakan mulai dari perbaikan gedung, kembang apa, hingga kemungkinan serangan rudal.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]