Cegah Invasi China, Taiwan Berencana Beli Rudal Jelajah AS

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 11:15 WIB
Pemerintah Taiwan diketahui tengah melakukan diskusi untuk membeli rudal jelajah dan ranjau laut dari Amerika Serikat. Ilustrasi rudal. (Foto: Dok. Ristekdikti)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Taiwan diketahui tengah melakukan diskusi untuk membeli rudal jelajah dan ranjau laut dari Amerika Serikat.

Perwakilan Taiwan untuk AS Hsiao Bi-khim mengatakan pembahasan itu bertujuan untuk memperkuat perang asimetris Taiwan demi mencegah invasi dari militer China.

Dalam konferensi video yang diselenggarakan oleh Institut Hudson dan Pusat Kemajuan Amerika pada Rabu, Hsiao diminta untuk menguraikan rencana Taiwan dalam mengembangkan kemampuan asimetrisnya untuk mencegah serangan dari China.


Menanggapi hal itu, Hsiao mengatakan bahwa landasan pertahanan Taiwan adalah kemampuan asimetrisnya, yang dia definisikan sebagai "hemat biaya tapi cukup mematikan untuk menjadi penghalang, agar pertimbangan invasi menjadi sangat menyakitkan".
 
Hsiao menjelaskan, saat ini Taiwan sedang berkoordinasi dengan AS untuk membeli rudal jelajah pertahanan pesisir yang dirancang untuk melengkapi sistem rudal H incred Feng buatan Taiwan.
 
Mengutip Taiwan News, selain itu mereka juga berupaya memperoleh ranjau laut bawah air untuk memberi perlindungan lebih dari pendaratan amfibi.

Hsiao mengatakan di luar pengadaan perangkat keras, Taiwan perlu memodernisasi militernya termasuk memperkuat cadangannya. Cadangan tidak hanya terlibat dalam bantuan bencana kemanusiaan, tapi juga memperkuat kemampuan masa perang mereka sebagai "upaya terakhir pertahanan di tanah air kita".

Ia mengatakan rencana restrukturisasi militer Taiwan juga untuk meningkatkan kemampuan keamanan dan perang siber, meliputi perekrutan, pelatihan, dan retensi talen siber.

Ia mengatakan rencana pembelian rudal jelajah ini juga sejalan dengan rencana Presiden Tsai Ing-wen untuk memodernisasi manajemen militer dan meningkatkan perekrutan profesional.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]