China Disebut Hendak Ubah Taiwan Jadi 'Hong Kong Kedua'

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2020 15:25 WIB
Menlu Josep Wu mengatakan China tengah berupaya mengubah Taiwan menjadi Hong Kong kedua karena selama ini kerap menganggap sebagai wilayah mereka. Taiwan mengatakan China tengah berupaya menjadikan mereka seperti halnya Hong Kong. (Foto: iStockphoto/Oleksii Liskonih)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengatakan China tengah berupaya mengubah Taiwan yang demokratis menjadi Hong Kong kedua lewat pemberlakuan undang-undang keamanan nasional. Pernyataan itu disampaikan Joseph di tengah kunjungan Menteri Kesehatan Amerika Serikat Alex Azar di Taipei.

Campur tangan China meningkat setelah pemberlakuan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong pada awal Juli lalu. Tindakan tersebut memicu kekhawatiran Taiwan yang kebebasannya selama ini terancam diambil oleh China.

"Kehidupan kita sehari-hari menjadi semakin sulit karena China terus menekan Taiwan agar menerima kondisi politiknya, kondisi yang akan mengubah Taiwan menjadi Hong Kong berikutnya," kata Joseph di Taipei, Selasa (11/8) seperti dilansir AFP.


"Orang-orang Taiwan terlalu akrab dengan menghadapi ancaman, baik itu militer, diplomatik, atau ancaman epidemi."

Beijing telah meningkatkan tekanan diplomatik, militer, dan ekonomi terhadap Taiwan sejak pemilihan Presiden Tasi- Ing-wen pada 2016 dan kemenangan telaknya pada periode jabatan kedua awal 2020 lalu.

China menganggap Taiwan sebagai wilayah mereka dan bersumpah akan merebut, meski dengan kekerasan, terutama jika negara itu mendeklarasikan kemerdekaan. Negeri Tirai Bambu juga memandang Taiwan sebagai bagian dari "satu China" dengan menyarankan pemberlakuan "satu negara, dua sistem" seperti yang diberlakukan di Hong Kong.

Namun, semua partai politik arus utama Taiwan menolak proposal China tersebut. Banyak pihak yang keberatan setelah melihat China menindak gerakan demokrasi Hong Kong.

Menanggapi hal itu, Azar memuji pemerintahan demokrasi Taiwan dan keberhasilannya menangani penyebaran virus corona.

Di sisi lain, ia mengkritik penanganan pandemi Covid-19 di China dan model pemerintahan otoriternya.

Di tengah kunjungan Azar ke Taiwan pada Senin (10/8) Angkatan Udara China mengerahkan jet tempur untuk terbang secara singkat di garis tengah Selat Taiwan. Kemunculan jet China itu terlacak oleh sistem pertahanan rudal Taiwan.

Angkatan udara Taiwan dalam pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan mengatakan pesawat China itu dilacak oleh rudal anti-pesawat Taiwan yang berbasis di darat dan "diusir" oleh pesawat Taiwan yang sedang berpatroli.

Di tengah kondisi hubungan antara Washington dan Beijing yang memburuk, pemerintahan Trump telah memprioritaskan penguatan dukungannya terhadap Taiwan dan meningkatkan penjualan senjata.

Azar tiba di Taiwan pada Minggu (9/8) sebagai pejabat tinggi AS pertama yang berkunjung ke Taiwan dalam empat dekade terakhir. Sebelumnya Washington memutuskan hubungan resmi dengan Taipei pada 1979 untuk mendukung Beijing.

(evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK