Yordania Buka Bandara Utama usai 6 Bulan Tutup karena Corona

CNN Indonesia | Rabu, 09/09/2020 03:25 WIB
Yordania kembali membuka bandara utama mereka, Queen Alia Airport, setelah ditutup selama enam bulan belakangan untuk mencegah penyebaran virus corona. Ilustrasi bandara. (Istockphoto/dmitriymoroz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Yordania kembali membuka bandara utama mereka, Queen Alia Airport, setelah ditutup selama enam bulan belakangan untuk mencegah penyebaran virus corona.

AFP melaporkan bahwa pembukaan kembali bandara ini ditandai dengan pendaratan pesawat Fly Jordan yang membawa 141 penumpang dari Istanbul pada Selasa (8/9).

Ini merupakan penerbangan komersial pertama yang mendarat di Yordania setelah negara tersebut menutup semua bandaranya pada pertengahan Maret lalu.


Sebelum pembukaan kembali ini, Raja Abdullah dan Perdana Menteri Yordania, Omar al-Razzaz, sudah mengunjungi bandara tersebut untuk memantau persiapan terakhir.

"Pembukaan kembali bandara ini dilakukan setelah melewati beberapa persyaratan penting," ujar Razzaz.

Persyaratan tersebut di antaranya ketersediaan alat pemindai suhu tubuh dan perangkat tes kesehatan lainnya.

Selain itu, bandara juga sudah menyiapkan protokol karantina bagi penumpang yang berasal dari beberapa daerah.

[Gambas:Video CNN]

Untuk pekan pertama pembukaan, bandara Yordania hanya diizinkan menerima maksimal tiga penerbangan internasional setiap hari. Namun pekan depan, jadwal penerbangan internasional akan bertambah.

Pembukaan kembali bandara ini diharapkan dapat menggenjot kembali industri penerbangan Yordania yang berkaitan erat dengan pariwisata.

Pariwisata merupakan sektor penting bagi Yordania dengan lima juta turis datang tiap tahun. Sektor ini pun menyumbang 14 persen GDP dan menyerap 100 ribu tenaga kerja.

(has/has)