Jerman Sebut 3 Lab Benarkan Navalny Diracun Novichok

Associated Press, CNN Indonesia | Senin, 14/09/2020 21:17 WIB
Pemerintah Jerman hasil uji tiga laboratorium membenarkan tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny, diracun dengan zat saraf Novichok. Tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny. Pemerintah Jerman hasil uji tiga laboratorium membenarkan Navalny diracun dengan zat saraf Novichok. (AFP/MLADEN ANTONOV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Jerman mengatakan dari hasil analisis laboratorium spesialis di Prancis dan Swedia membenarkan tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny, diracun dengan zat saraf era Uni Soviet, Novichok.

Dilansir Associated Press, Senin (14/9), juru bicara pemerintah Jerman, Steffen Seibert, mengatakan bahwa Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) juga telah menerima sampel dan mengujinya di laboratorium rujukan mereka.

"Pemeriksaan secara mandiri masih dilakukan oleh OPCW. Tiga laboratorium masing-masing sudah mengkonfirmasi secara independen bahwa Navalny diracun menggunakan zat saraf Novichok," kata Seibert dalam sebuah pernyataan.


Navalny koma setelah sebelumnya dilaporkan mengeluh tidak enak badan dalam penerbangan menggunakan pesawat maskapai S7 Airlines dengan nomor penerbangan S7 2614 dari kota Tomsk, provinsi Siberia, menuju ibu kota Moskow.

Juru bicara Navalny, Kira Yarmysh menyatakan karena kondisi Navalny memburuk maka pilot pesawat memutuskan untuk mendarat darurat di kota Omsk.

Meski begitu, Navalny masih sempat merekam detik-detik saat dia dievakuasi dari pesawat menggunakan ponsel. Video itu lantas tersebar di kanal Baza dalam aplikasi Telegram.

Menurut Yarmysh, Navalny hanya menenggak segelas teh hitam hangat di kafe bandara sebelum penerbangan.

Setelah di rumah sakit Omsk, Navalny kemudian menjalani pemeriksaan. Rumah sakit menyatakan bahwa Navalny benar diracun, tetapi saat itu belum diketahui kandungan racun yang digunakan.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Rusia menyatakan klaim rumah sakit Jerman yang menyebut Navalny alami koma karena diracun terburu-buru.

Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, menyatakan sampai saat ini belum ada kesimpulan apakah Navalny memang benar-benar diracun atau kondisi kesehatannya memburuk akibat masalah lain.

"Analisis medis dari dokter kami dan dokter Jerman sebenarnya sama, tetapi kesimpulannya berbeda. Kami tidak memahami mengapa rekan-rekan kami di terlalu terburu-buru. Zat yang diselidiki pun belum jelas," kata Peskov dalam jumpa pers di Moskow.

"Kami hanya setuju sebagian. Sepertinya ada faktor lain juga," lanjutnya.

Navalny adalah salah satu tokoh yang kerap melontarkan kritik tajam kepada pemerintah Rusia dan Presiden Vladimir Putin. Dia menuduh pemerintah Rusia sarat korupsi dan menuntut pemilihan umum yang bebas, jujur dan adil.

Infografis Jalan Berliku Alexei Navalny Hadapi Rezim Rusia

Sepanjang sepak terjangnya, Navalny beberapa kali ditangkap. Dia bahkan pernah diculik dan dibuang ke Siberia.

Jejak zat Novichok dilaporkan pernah ditemukan dalam insiden upaya pembunuhan terhadap mantan agen mata-mata Rusia, Sergei Skripal, di Salisbury, Inggris, dua tahun lalu. Saat itu Sergei dan anaknya, Yulia, terkena racun itu dan dirawat intensif di rumah sakit. Keduanya berhasil selamat dari racun tersebut.

(ndn/ayp)

[Gambas:Video CNN]