China Sebut Vaksin Corona Siap Awal November

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2020 19:30 WIB
Seorang pejabat China mengatakan jika vaksin virus corona siap untuk digunakan oleh umum di awal November nanti. Ilustrasi vaksin corona. (Foto: iStockphoto/herraez)
Jakarta, CNN Indonesia --

Vaksin virus corona yang dikembangkan oleh produsen China, Sinovac Biotech dan Sinopharm siap digunakan untuk umum di awal November 2020.

Wu Guizhen, Kepala Ahli Biosafety di Pusat Pengendalian Penyakit China mengatakan kepada lembaga penyiaran CCTV bahwa vaksin akan tersedia untuk masyarakat umum "sekitar November atau Desember".

Guizhen tidak merinci vaksin mana yang dirujuknya, tapi dia mengatakan "berdasarkan hasil klinis fase 3, kemajuan saat ini sangatlah mulus".


Ia juga mengatakan jika dirinya telah mengikuti uji klinis vaksinasi pada April lalu dan merasa baik-baik saja selama beberapa bulan terakhir. Kendati ia tidak menyebutkan secara spesifik kandidat vaksin yang disuntikkan ke tubuhnya.

Kedua produsen optimis dengan perkembangan vaksin yang tengah dikembangkan. Pernyataan ini disampaikan di tengah upaya global yang berlomba untuk menyelesaikan putaran final uji klinis vaksin yang kian memanas.

Perwakilan kedua perusahaan kepada AFP mengatakan, harapan mereka vaksin yang dikembangkan akan disetujui setelah uji coba fase ketiga yang dilakukan paling cepat akhir tahun ini.

Saat ini ada sembilan kandidat vaksin yang berada dalam uji coba tahap akhir pada manusia, namun baru-baru ini beberapa di antaranya menemui kendala.
 
Pekan lalu, perusahaan raksasa farmasi AstraZeneca dan Universitas Oxford untuk sementara menghentikan uji klinis vaksin setelah seorang sukarelawan menunjukkan terkena penyakit yang tidak dapat dijelaskan.

Beberapa kandidat vaksin di China telah diuji coba kepada pekerja penting di bawah program penggunaan darurat.

Bulan ini, seorang juru bicara Sinovac mengatakan kepada AFP bahwa "puluhan ribu" orang secara sukarela telah mengambil vaksinnya, termasuk 90 persen karyawannya beserta keluarga mereka yang berjumlah antara 2.000 hingga 3.000 orang.

Sementara pada Juni lalu, militer China menyetujui penggunaan vaksi terhadap para personelnya. Vaksin itu dikembangkan oleh unit penelitian dan perusahaan bioteknologi.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]