Cara Selandia Baru dan Taiwan Tekan Corona Tanpa Vaksinasi

CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2020 18:05 WIB
Taiwan dan Selandia Baru dinilai mampu mengendalikan dan menekan kasus infeksi virus corona (Covid-19) lebih dari seratus hari tanpa vaksinasi. Ilustrasi penduduk Taiwan. Taiwan dan Selandia Baru dinilai mampu mengendalikan dan menekan kasus infeksi virus corona (Covid-19) lebih dari seratus hari tanpa vaksinasi. (AP/Chiang Ying-ying)
Jakarta, CNN Indonesia --

Taiwan dan Selandia Baru adalah dua negara yang mampu mengendalikan dan menekan kasus infeksi virus corona (Covid-19) lebih dari seratus hari tanpa upaya vaksinasi.

Kedua negara itu menerapkan kebijakan tegas untuk menahan laju penyebaran virus corona.

Taiwan unggul dari segi pengalaman. Mereka belajar dari wabah Sindrom Saluran Pernapasan Akut (SARS) pada 2003 yang merenggut nyawa 73 orang. Sejak itu mereka mempersiapkan diri jika kembali terjadi wabah di kemudian hari.


Mereka membuat aturan dan prosedur baku untuk menghadapi wabah, sekaligus menggunakan kecanggihan teknologi.

Dilansir The Diplomat, saat wabah Covid-19 merebak di Taiwan, pemerintah setempat bergerak cepat dan mengaktifkan prosedur tersebut. Gugus tugas penanganan dibentuk dipimpin Wakil Presiden Chen Chien-jen. Selain politikus, Chen merupakan epidemiolog.

Taiwan langsung bekerja keras melakukan pengawasan, penelusuran kontak dan memberlakukan isolasi serta karantina secara tegas dan terarah. Mereka menerapkan segala macam pembatasan, yang kini sudah dicabut.

Pengawasan ketat terhadap penduduk dilakukan dengan bantuan teknologi. Mereka membuat aplikasi khusus yang melaporkan kondisi setiap penduduk.

Pergerakan penduduk juga dipantau melalui sistem Sistem Pandu Lokasi (GPS) yang terhubung dengan ponsel. Namun, mereka tidak menerapkan penguncian wilayah karena bakal berdampak langsung terhadap penduduk.

Protokol kesehatan yang ditetapkan setelah kasus infeksi menurun juga tetap dijalankan sampai saat ini. Perlahan mereka juga mengembangkan vaksin Covid-19 secara mandiri, yaitu Silmitasertib (CX-4945).

Sedangkan Selandia Baru menerapkan tiga kebijakan yang dinilai mampu menekan penyebaran Covid-19. Yakni memperketat pengawasan di perbatasan, menerapkan penguncian wilayah (lockdown) serta jaga jarak untuk mencegah penyebaran di antara masyarakat, serta tekun menggelar pemeriksaan, penelusuran kontak hingga karantina.

Mereka melarang kedatangan warga asing, mewajibkan karantina bagi warga Selandia Baru yang baru tiba dari luar negeri, dan melaksanakan prosedur ketat pemeriksaan Covid-19.

Dilansir The Conversation, tiga cara itu dinilai ampuh menekan penyebaran Covid-19 hingga lebih dari seratus hari. Walau sempat ditemukan kasus infeksi baru, tetapi Selandia Baru kembali menerapkan kebijakan yang sama untuk menekan penyebaran di antara penduduk.

Prinsip yang dilakukan oleh Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, untuk melawan Covid-19 adalah bertindak tegas dan lebih awal. Mereka baru melonggarkan lockdown dan segala macam pembatasan setelah terbukti kasus Covid-19 bisa dikendalikan, seperti dilansir CNN.

Secara garis besar, kedua negara itu konsisten melaksanakan kebijakan yang mereka terapkan untuk menahan laju penyebaran virus corona, dan membuat penilaian obyektif sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

(CNN, The Conversation, The Diplomat/ayp)

[Gambas:Video CNN]