Iran Peringatkan AS Agar Tak Membuat Kesalahan Strategis

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 08:00 WIB
Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak membuat kesalahan strategis menyusul ancaman yang dilontarkan Trump pada Teheran. Ilustrasi bendera Iran. (AP Photo/Alexander Zemlianichenko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak membuat kesalahan strategis. Hal itu diungkapkan Iran setelah Presiden Donald Trump mengancam Teheran atas laporan yang menyebut mereka berencana membalas kematian Jenderal Qasem Soleimani.

"Kami berharap mereka tidak membuat kesalahan strategis baru, dan tentunya jika mereka melakukan kesalahan strategis, akan menyaksikan tanggapan tegas Iran," kata Juru Bicara Pemerintah Iran Ali Rabiei, Selasa (15/9) seperti dikutip dari AFP.

Trump sebelumnya bersumpah bahwa setiap serangan oleh Iran akan direspons dengan tanggapan 1.000 kali lebih besar.


Pernyataan itu dikeluarkan Trump untuk menanggapi laporan yang mengungkapkan bahwa Iran berencana membunuh Duta Besar AS di Afrika Selatan Lana Marks sebagai tindakan balas dendam atas kematian Jenderal Qasem Soleimani.

Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran itu tewas dalam serangan drone di dekat Bandara Baghdad yang diluncurkan AS pada Januari lalu.

Sebuah laporan media AS, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Iran diduga merencanakan pembunuhan itu menjelang pemilihan presiden AS pada November.

"Menurut laporan pers, Iran mungkin merencanakan pembunuhan, atau serangan lain, terhadap Amerika Serikat sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin teroris Soleimani," kata Trump lewat Twitter.

"Setiap serangan oleh Iran, dalam bentuk apapun, terhadap Amerika Serikat akan dibalas dengan serangan terhadap Iran yang akan 1.000 kali lebih besar!"

Rabiei menyayangkan Trump terlalu tergesa-gesa dalam menanggapi sebuah laporan yang belum tentu kebenarannya.

Dia memperingatkan bahwa bereaksi terhadap laporan semacam itu akan sia-sia, justru mengganggu stabilitas di kawasan dan ketenangan dunia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga menyebut laporan itu tidak berdasar. Menurut juru bicara, laporan itu adalah bagian dari metode berulang dan busuk untuk menciptakan kampanye anti-Iran di panggung internasional.

(dea)

[Gambas:Video CNN]