Gedung Putih Tangkap Wanita Diduga Pengirim Amplop Beracun

Associated Press, CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 09:01 WIB
Perempuan yang diduga pengirim amplop berisi racun ricin ke Gedung Putih telah ditangkap di perbatasan New York-Kanda pada Minggu (20/9). Ilustrasi penangkapan perempuan yang diduga pengirim amplop beracun ke Gedung Putih. (Foto: Keith Allison/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang perempuan yang dicurigai mengirimkan amplop berisi racun ricin yang dialamatkan ke Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Amerika Serikat telah ditangkap di perbatasan New York-Kanada pada Minggu (20/9).

Perempuan yang identitasnya dirahasiakan itu kemudian ditahan oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.

Tiga pejabat penegak hukum kepada Associated Press mengatakan, ia diperkirakan akan menghadapi tuntutan federal atas tindakannya.


Pada Sabtu (19/9), petugas keamanan berhasil mengintersep sebuah amplop berisi racun ricin yang ditujukan kepada Presiden Trump.

Surat berisi ricin telah berhasil dideteksi sebelum sempat mencapai Gedung Putih. The New York Times memberitakan surat itu disebut dikirim dari Kanada.

Surat itu ditujukan ke Gedung Putih, dan berhasil terdeteksi pada inspeksi awal surat-surat ke pusat pemerintahan AS tersebut di sebuah depot di luar kota Washington.

CNN memberitakan amplop tersebut telah dites berulang-ulang di sebuah depot, dan telah terkonfirmasi mengandung ricin.

"FBI dan Secret Service AS, serta mitra Layana Inspeksi Pos AS menginvestigasi surat mencurigakan yang diterima di fasilitas surat pemreintah AS, " demikian pernyataan FBI.

"Untuk kali ini, belum dapat disimpulkan (ditemukan) ancamannya bagi keselamatan publik."

Ricin adalah racun ampuh yang berasal dari biji jarak, biji-bijian Ricinus communis. Cara kerja racun ini adalah mencegah sel-sel membuat protein yang dibutuhkan.


Tanpa protein, maka sel-sel dalam tubuh akan mati. Itu akan membahayakan seluruh tubuh dan dapat menyebabkan kematian.

Gejala-gejala keracunan ricin sangat cepat termasuk dehidrasi yang parah serta menyerang hati dan ginjal.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]