Petugas Intersep Amplop Beracun yang Dikirim untuk Trump

CNN Indonesia | Minggu, 20/09/2020 06:15 WIB
Petugas berhasil mengintersep amplop berisi racun ricin yang ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada proses inspeksi awal. Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat memberikan keterangan pers di Gedung Putih, Washington. (AP/Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Petugas berhasil mengintersep sebuah amplop berisi racun ricin yang dialamatkan ke Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC, Sabtu (19/9).

Seperti dilansir CNN, surat berisi ricin itu berhasil dideteksi pada awal pekan ini. Dan, belum sempat mencapai kawasan Gedung Putih. The New York Times memberitakan surat itu disebut dikirim dari Kanada.

Surat itu ditujukan ke Gedung Putih, dan berhasil terdeteksi pada inspeksi awal surat-surat ke pusat pemerintahan AS tersebut di sebuah depot di luar kota Washington.


CNN memberitakan amplop tersebut telah dites berulang-ulang di sebuah depot, dan telah terkonfirmasi mengandung ricin.

"FBI dan Secret Service AS, serta mitra Layana Inspeksi Pos AS menginvestigasi surat mencurigakan yang diterima di fasilitas surat pemreintah AS, " demikian pernyataan FBI.

"Untuk kali ini, belum dapat disimpulkan (ditemukan) ancamannya bagi keselamatan publik.:

Ricin adalah racun ampuh yang berasal dari biji jarak, biji-bijian Ricinus communis. Cara kerja racun ini adalah mencegah sel-sel membuat protein yang dibutuhkan. Tanpa protein, maka sel-sel dalam tubuh akan mati. Itu akan membahayakan seluruh tubuh dan dapat menyebabkan kematian.

Gejala-gejala keracunan ricin sangat cepat termasuk dehidrasi yang parah serta menyerang hati dan ginjal.

Selain Trump, Presiden AS sebelumnya, Barack Obama pun sempat mendapatkan surat-surat yang dicampur ricin pada 2013 silam. Namun, racun itu pun segera diketahui, dan tak ada yang terluka.

(AFP, CNN/kid)

[Gambas:Video CNN]