Turki Kecam Sanksi Uni Eropa terkait Embargo Senjata Libya

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 08:55 WIB
Turki mengecam keputusan Uni Eropa yang menjatuhi sanksi terhadap salah satu perusahaannya karena dugaan melanggar embargo senjata PBB di Libya. Turki kecam sanksi atas tuduhan pelanggaran embargo senjata PBB di LIbya. (Foto: ivabalk/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Turki mengecam keputusan Uni Eropa yang menjatuhi sanksi kepada salah satu perusahaannya, Avrasya Shipping karena diduga melanggar embargo senjata PBB di Libya. Ankara mengatakan keputusan UE sebagai sebuah hal yang 'sangat disayangkan'.

Dua perusahaan lain yang dijatuhi sanksi Uni Eropa yakni operator kargo udara Kazakhstan, Sigma Airlines dan perusahaan maritim Yordania Wave Shipping.

"Pada saat upaya dilakukan untuk mengurangi ketegangan di Mediterania timur, membuat keputusan yang salah sangat disayangkan," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan, Senin (21/9).


Mengutip AFP, Ankara menyebut keputusan sanksi yang dijatuhi Uni Eropa 'tidak memiliki nilai' di mata Turki."

Dalam pertemuan diplomatik para menteri luar negeri EU di Brussel, Belgia menandatangani langkah-langkah pemberian sanksi terhadap ketiga perusahaan tersebut.Pernyataan Turki disampaikan sebagai respons atas sanksi yang dijatuhkan UE terhadap tiga perusahaan, masing-masing dari Turki, Kazakhstan dan Yordania.

Mereka sepakat untuk membekukan aset Uni Eropa yang dipegang oleh perusahaan, memutusnya dari pasar keuangan UE, dan melarang mereka melakukan bisnis dengan negara mana pun di blok tersebut.

Dalam kesempatan tersebut UE juga menjatuhi sanksi terhadap dua orang karena dianggap melanggar hak asasi manusia di Libya.

"Daftar baru ini menunjukkan penggunaan strategis Uni Eropa dari rezim sanksi dan kemampuan untuk bereaksi terhadap perkembangan di lapangan dalam mendukung proses politik dan untuk mencegah pelaku masa lalu dan sekarang dari pelanggaran lebih lanjut," kata Uni Eropa dalam sebuah pernyataan.

Pemberian sanksi terhadap perusahaan Turki berisiko memperburuk ketegangan antara Ankara dan UE, menyusul gejolak yang baru-baru ini terjadi di Mediterania timur terkait cadangan gas dan minyak.

Avrasya Shipping, perusahaan Turki yang mengoperasikan kapal Cirkin dianggap melanggar embargo senjata dengan mengangkut bahan militer ke Libya pada Mei dan Juni 2020.

Uni Eropa memiliki misi angkatan laut yang beroperasi di perairan lepas Libya yang bertugas mengawasi embargo dan mengumpulkan informasi intelijen tentang pelanggar.

Turki menuding misi angkatan laut UE di Libya sebagai operasi Irini yang mengabaikan pengiriman ke Haftar, terutama oleh Uni Emirat Arab yang diakui oleh PBB.

(evn)

[Gambas:Video CNN]