Penasaran Kelamin Bayi, Pria India Sayat Perut Istri Hamil

CNN, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 02:55 WIB
Seorang pria di India ditangkap setelah menyayat perut istrinya yang hamil dengan alasan penasaran dengan jenis kelamin bayi dalam kandungan. Ilustrasi. Seorang pria di India ditangkap setelah menyayat perut istrinya yang hamil dengan alasan penasaran dengan jenis kelamin bayi dalam kandungan. (Pexels/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pria di kawasan utara India ditangkap setelah menyayat perut istrinya yang tengah hamil dengan sebilah sabit, dengan alasan untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang masih di dalam kandungan.

Menurut laporan polisi dan kerabat mendiang, insiden itu terjadi pada Sabtu (19/9) pekan lalu. Perbuatan lelaki itu membuat istri dan bayinya dalam kondisi kritis.

Mereka berdua sempat menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di New Delhi.


"Dia (suami) menyerangnya dengan sabit dan mengoyak perutnya sambil mengatakan bahwa dia ingin memeriksa jenis kelamin bayi yang belum lahir," menurut saudara laki-laki perempuan itu, Golu Singh, dikutip dari CNN, Rabu (23/9).

Polisi menyatakan bayi itu kemudian lahir dalam keadaan sudah tidak bernyawa pada Minggu malam waktu setempat. Sementara itu, karena ulahnya, pria itu kini ditahan.

Keluarga tersebut diketahui sudah memiliki lima orang anak perempuan.

Hal ini menjadi salah satu wujud ketidaksetaraan gender di India.

India telah lama bergumul dengan ketidaksetaraan gender di masyarakat. Mereka berpandangan memiliki anak laki-laki lebih terhormat ketimbang anak perempuan.

Anak perempuan sering dipandang sebagai beban ekonomi - diperkuat oleh praktik budaya seperti meminta pengantin untuk memberikan mahar.

Menurut Survei Ekonomi 2017-2018, beberapa pasangan suami istri akan terus berupaya sampai seorang anak laki-laki lahir, yang menyebabkan kelahiran puluhan juta anak perempuan yang seolah tidak diinginkan.

Sementara itu menurut menurut lembaga nirlaba Invisible Girl Project yang berbasis di Amerika Serikat, ratusan ribu janin perempuan diaborsi setiap tahun di India. Akibatnya, masyarakat India memiliki salah satu rasio jenis kelamin paling timpang di dunia.

Untuk setiap 107 laki-laki yang lahir di negara itu, ada 100 perempuan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, rasio jenis kelamin alami global saat lahir adalah 105 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.

Jika seorang anak perempuan lahir dan bukannya diaborsi di India, mereka sering menghadapi tingkat kematian yang lebih tinggi karena tidak dirawat dengan baik.

Sebuah studi pada 2018 menemukan bahwa sekitar 239 ribu anak perempuan di bawah usia lima tahun meninggal di India setiap tahun karena penelantaran berbasis gender.

Daerah yang paling banyak ditemui masalah seperti itu biasanya di daerah pedesaan, dengan tingkat pendidikan yang rendah, kepadatan penduduk yang tinggi dan angka kelahiran yang tinggi.

Beberapa hal yang disebut menjadi ihwal tingginya angka kematian anak perempuan di India ialah norma yang mengatur tentang waris, persyaratan mas kawin, tradisi perempuan masuk ke rumah suami, hingga ritual yang perlu dilakukan oleh anak laki-laki.

(ndn/ayp)

[Gambas:Video CNN]