Presiden UMNO Sebut Anggota Parlemen BN Dukung Anwar Ibrahim

Malay Mail, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 15:05 WIB
Politisi dan presiden UMNO, Ahmad Zahid Hamidi mengklaim anggota parlemen mereka dan Barisan Nasional mendukung oposisi Anwar Ibrahim jadi PM Malaysia. Politisi Malaysia Anwar Ibrahim. (Foto: CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Ahmad Zahid Hamidi, mengatakan banyak anggota parlemen UMNO dan koalisi Barisan Nasional (BN) di Malaysia yang mendukung Pemimpin Oposisi, Anwar Ibrahim.

Pernyataan itu muncul menyusul pengumuman mengejutkan dari Anwar bahwa ia memiliki cukup dukungan untuk menggulingkan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Zahid yang juga Ketua BN mengatakan dia diberitahu bahwa banyak anggota parlemen yang telah menyatakan dukungan kepada Anwar untuk membentuk pemerintahan baru dan Zahid menghormati pendirian mereka.
 
"UMNO dan BN dapat mencegah anggota parlemennya mendukung Anwar yang sedang mencari audiensi dengan Yang di-Pertuan Agong untuk mengutarakan niatnya," ujarnya dalam sebuah pernyataan.


Zahid juga menekankan bahwa UMNO dan BN tidak secara resmi menjadi bagian dari koalisi Perikatan Nasional (PN) dan segala bentuk dukungan datang dari perwakilan individu.
 
"Dukungan untuk pemerintah PN hanya berdasarkan dukungan dari individu anggota parlemen," ucapnya seperti mengutip Malay Mail.

Pada Rabu (23/9), Anwar mengumumkan bahwa dia memiliki "mayoritas yang kuat" di Parlemen untuk menggulingkan pemerintahan Muhyiddin. Namun ia tidak menyebutkan jumlah pasti dukungan dan nama anggota parlemen pendukungnya.

Anwar menuturkan sebagian besar dari mereka adalah Muslim Melayu dan dukungan mereka akan bergantung pada pertemuan Anwar dengan Yang di-Pertuan Agong terlebih dahulu.
 
Partai Amanah dan Partai Aksi Demokratik (DAP) telah menyatakan dukungan untuk Anwar, tapi Gabungan Partai Serawak (GPS) dari Serawak mengatakan mereka secara tegas mendukung Muhyiddin.
 
Saat ini, Yang di-Pertuan Agong sedang dirawat di rumah sakit Institut Jantung Nasional atas penyakit yang tidak disebutkan secara spesifik.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]