Pemilik Kapal Tanker di Sri Lanka Bayar Ganti Rugi Rp26 M

Associated Press, CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 11:30 WIB
Pemilik kapal tanker yang terbakar di Sri Lanka sepakat untuk membayar US$1,8 juta atau sekitar Rp26 miliar sebagai ganti rugi. Kapal tanker yang terbakar Sri Lanka membayar ganti rugi Rp26 M. (Foto: AP/)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemilik kapal tanker The New Diamond, yang terbakar di lepas pantai Sri Lanka setuju untuk membayar US$1,8 juta atau sekitar Rp26 miliar untuk membantu memadamkan kobaran api.

Jaksa Agung Dapulla de Livera pekan lalu mengajukan klaim ganti rugi sebesar US$1,8 juta atas bantuan yang diberikan oleh angkatan udara, angkatan laut, otoritas pelabuhan, dan Otoritas Perlindungan Lingkungan Laut Sri Lanka sejak terjadi kebakaran pada 3 September lalu.

Port Emporios Shipping Inc. yang berbasis di Yunani diketahui sebagai pemiliki terdaftar dari kapal berusia 20 tahun tersebut.


Melansir Associated Press, Koordinator Kejaksaan Agung, Nishara Jayaratne, mengatakan pemilik kapal setuju melunasi klaim. Jaksa agung diharapkan mengajukan klaim lain sekitar setengah juta dolar untuk bantuan tambahan yang diberikan ke kapal.

Dia mengatakan laporan sementara tentang kerusakan lingkungan juga sudah diserahkan kepada pemilik kapal dan klaim terpisah akan ditunjukkan setelah laporan akhir selesai.
 
Perjanjian dengan pemilik kapal muncul hampir sepekan setelah pengadilan Sri Lanka memerintahkan kapten kapal asal Yunani hadir di pengadilan pada 28 September, setelah jaksa agung memerintahkan polisi menetapkannya sebagai tersangka dalam kebakaran tersebut.
 
Kapal MT New Diamond yang membawa hampir 2 juta barel minyak mentah, dilanda dua kebakaran selama sepekan pada awal September. Para ahli telah bekerja sama untuk menyelamatkan kapal yang tersisa di perairan Sri Lanka.

Kapal tanker yang mengangkut 1.700 ton bahan bakar itu berangkat dari pelabuhan Mina Al Ahmadi di Kuwait menuju pelabuhan Paradip di India.
 
Kebakaran awal menewaskan satu anggota awak Filipina dan melukai awak lainnya, sementara 21 anggota awak lain berhasil lolos tanpa cedera. Saat ini, ke-21 awak tersebut termasuk kapten kapal, tinggal di pusat isolasi virus corona untuk pelaut.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]