DEBAT PERDANA CAPRES AS

Publik AS Penasaran Seberapa Kuat Biden Tahan Diserang Trump

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 08:54 WIB
Calon presiden AS Donald Trump dan rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden saling serang menjelang debat perdana pilpres di Cleveland, Ohio. Donald Trump dan Joe Biden. (JIM WATSON and Brendan Smialowski / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Calon presiden Amerika Serikat Donald Trump dan rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden saling serang menjelang debat perdana pilpres di Cleveland, Ohio.

Dikutip dari AFP, Rabu (30/9), sebelum sesi debat, Biden membeberkan jumlah pajak penghasilan untuk menyindir Trump yang dilaporkan memanipulasi jumlah pajak selama bertahun-tahun.

Dari laporan dugaan manipulasi pajak yang diulas surat kabar The New York Times pada Selasa (29/9) kemarin, Trump dilaporkan hanya membayar pajak sebesar US$ 750 atau sekitar Rp11 juta pada 2016. Sementara Biden mengaku telah membayar pajak penghasilan federal bersama istrinya Jill hampir US$300 ribu atau sekitar Rp4,4 miliar tahun lalu.  


Atas dugaan manipulasi pajak itu, Biden menilai Partai Republik yang mengusung Trump telah melakukan kebohongan ketika mengatakan mewakili kelas pekerja di AS.

Di sisi lain, Biden mengungkap kemungkinan celah yang akan dimanfaatkan Trump dalam debat perdana nanti. Tim Trump akan menggunakan narasi menyeramkan bahwa dirinya pikun dan membutuhkan bantuan untuk melewati debat. Trump telah berulang kali meminta Biden menjalani tes untuk meningkatkan kinerja. 

Dalam kampanye Selasa kemarin melalui Fox News, yang selama ini kerap disebut-sebut mendukung Trump, menuntut agar Biden diperiksa untuk keberadaan 'pembisik rahasia' yang akan memberi jawaban saat debat. Hal itu dicurigai karena Biden berubah sikap soal pemeriksaan alat pendengar elektronik di panggung debat.

"Joe Biden beberapa hari lalu menyetujui inspeksi pra debat untuk pemeriksaan alat pendengar elektronik. Tapi hari ini tiba-tiba membalikkan diri dan menolak," kata Direktur Komunikasi Trump 2020 Tim Murtaugh.

Sementara Wakil Manajer Kampanye Biden, Kate Bedingfield menilai tudingan itu tidak masuk akal. Ia balik menuding tim Trump telah mengatur agar moderator debat, Chris Wallace dari Fox News tidak akan menyebutkan jumlah kematian pasien covid-19 dari AS.

"Lihat betapa mudahnya mencoba membuat gangguan jelang debat?" kata dia seperti dikutip Politico.

Covid dan Pajak

Pejabat senior di Air Force One mengatakan Trump siap menghadapi debat perdana usai mendarat di Cleveland. Pejabat itu mengatakan, Trump mengajak mantan Wali Kota New York Rudy Giulani yang saat ini menjadi pengacara kontroversial untuk presiden dan pejuang seni bela diri campuran Colby Covington sebagai tamu.

Pembicaraan 'sampah' sebelum perdebatan ini menunjukkan gambaran apa yang ingin dicapai oleh kedua kubu. Trump, yang tertinggal dalam jajak pendapat nasional dan negara bagian dianggap ahli membelokkan dan memicu kemarahan.

Sementara Biden yang tiba di Cleveland dengan pesawat yang dihiasi namanya dan calon wakil presiden Kamala Harris. Dia ingin agar debat perdana nanti akan tetap tertuju pada kewajiban Trump untuk bertanggung jawab atas lebih dari 200 ribu kematian akibat Covid-19 dan kegaduhan soal penghindaran pajak.

Pembatasan akibat Covid-19 akan membuat debat perdana nanti dihadiri dengan jumlah audiens yang lebih sedikit dan tidak akan ada jabat tangan.

Apa yang akan didapat warga AS nanti akhirnya adalah kesempatan untuk melihat Trump dan Biden berdampingan.  Trump yang ahli dalam menyerang secara verbal diperkirakan akan mendapat balasan yang keras.

Sementara itu bisa dibilang Trump tidak akan rugi banyak dalam debat perdana ini. Dukungan besar membuat warga AS tak lagi merasa terkejut dengan penghinaan maupun kebohongan yang selama ini didokumentasikan dengan baik.

Namun dalam debat ini, Trump juga berharap dapat memberi solusi dengan mencalonkan Amy Coney Barret sebagai hakim agung menggantikan mendiang ikon liberal Ruth Bader Ginsburg di Mahkamah Agung.

Jika Barret segera dikonfirmasi sebagai hakim agung seperti yang diharapkan senat yang dipimpin Partai Republik, akan banyak perdebatan di mahkamah tertinggi itu untuk tahun-tahun mendatang.

Trump juga akan membebani soal tuduhan putra Biden, Hunter, yang disebut terlibat korupsi di Ukraina. Trump sendiri tahun lalu diancam untuk dimakzulkan karena menggunakan kekuasaan untuk menekan pemerintah Ukraina agar secara terbuka mendukung tuduhannya itu.

"Namun jika Trump menyerang Hunter atau anak-anak Biden lainnya, termasuk Beau yang meninggal karena kanker pada 2015 itu akan menjadi bumerang," kata juru bicara Biden, Andrew Bates.

Biden ingin tetap terlihat tenang meski selama ini memiliki reputasi kehilangan ketenangan saat ditantang di depan umum.

Banyak warga AS yang ingin melihat apakah Biden dapat bertahan dari serangan Trump.

Tapi Biden juga disebut akan menyerang Trump secara pribadi dengan menggambarkannya sebagai pria manja yang menyamar sebagai teman kelas pekerja kulit putih yang membantunya terpilih sebagai Presiden AS pada 2016. 

(psp/dea)

[Gambas:Video CNN]