Debat Kedua Trump-Biden, Panitia Akan Putus Mic Jika Menyela

CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2020 20:15 WIB
Komisi Debat Presiden tengah mempertimbangkan opsi untuk memutus mikrofon bagi kandidat Donald Trump dan Joe Biden jika menyela ucapan rivalnya. Capres Joe Biden dan petahana Donald Trump akan bertemu dalam debat kedua pada 15 Oktober. (Foto: SAUL LOEB and JIM WATSON / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Debat Presiden tengah mempertimbangkan opsi untuk memutus mikrofon kandidat calon presiden Amerika Serikat apabila salah satu calon terus menyela ucapan lawannya. Inisiatif itu diambil untuk 'menjaga ketertiban' debat, mengingat dalam debat perdana antara Donald Trump dan Joe Biden dinilai berjalan buruk oleh banyak kalangan.

Sumber yang dekat dengan Komisi Debat Presiden mengatakan kepada NBC News bahwa belum ada keputusan akhir yang dibuat tentang perubahan tersebut. Namun kelompok itu sedang mempertimbangkan untuk memutus mikrofon kandidat jika mereka melanggar aturan.

"Perdebatan tadi malam memperjelas bahwa struktur tambahan harus ditambahkan ke format debat yang tersisa untuk memastikan diskusi yang lebih tertib," kata Komisi Debat Presiden dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip CNBC, Kamis (1/10).


"(Kami) akan mempertimbangkan dengan hati-hati perubahan yang akan diadopsi dan akan segera mengumumkan keputusan tersebut," lanjutnya.

Pihaknya juga berterima kasih kepada Chris Wallace atas profesionalismenya karena terus berupaya menjaga ketertiban jalannya debat.

"Presiden Trump menjadi kekuatan dominan dan sekarang Joe Biden sedang mencoba bekerja sebagai wasit. Mereka (komisi) tidak boleh memindahkan tiang gawang dan mengubah aturan di tengah-tengah pertandingan," kata Juru Bicara Kampanye Trump, Tim Murtaugh.

Menanggapi perubahan tersebut, Trump pun ikut berkomentar di Twitter.

"Cobalah cari moderator baru dan kandidat Demokrat yang lebih cerdas!," cuitnya.

[Gambas:Video CNN]

Berbeda dengan Trump, kepada jurnalis, Biden mendukung gagasan untuk mengubah format debat.

"Saya hanya berharap ada acara di mana komisi debat dapat mengontrol kemampuan kami untuk menjawab pertanyaan tanpa interupsi. Saya tidak akan berspekulasi tentang apa yang terjadi dalam debat kedua atau ketiga," ujar Biden.

"Dia tidak hanya terus-menerus menyerang saya dan keluarga saya, tapi dia juga menyerang moderator," tambah Biden, merujuk sikap Trump dalam debat perdana pada Selasa malam.

Rencana perubahan debat turut menuai komentar dari Wallace sebagai moderator dalam debat perdana.

"Sebagai masalah praktis, bahkan jika mikrofon presiden telah dimatikan (pada debat hari Selasa), dia masih terus menyela," kata Wallace kepada The Times.

"Mengingat kemarahan publik atas debat tadi malam, tidak mengherankan jika Komisi Debat Presiden akan mencoba dan melakukan sesuatu untuk meredakan kekecewaan yang diekspresikan banyak orang," kata Aaron Kall, Direktur Program Debat Universitas Michigan sekaligus penulis buku "Debating the Donald".

Debat antara Trump dan Biden dijadwalkan pada 15 Oktober di Miami. Pekan depan, cawapres Mike Pence dan Kamala Harris akan berhadapan dalam debat perdana mereka pada 7 Oktober di Utah.

Infografis Fakta Debat Perdana Trump-BidenFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Infografis Fakta Debat Perdana Trump-Biden
(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]