Ketika Joe Biden Lontarkan Insyaallah di Debat Capres AS

CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2020 07:17 WIB
Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden sempat melontarkan 'Insyaallah' saat debat perdana pilpres Joe Biden saat debat pertama pilpres AS. (AFP/JIM WATSON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden sempat melontarkan 'Insyaallah' saat debat perdana pilpres pada Selasa malam (29/9) waktu setempat.

Seperti dikutip dari CNN, Joe Biden terdengar melontarkan kalimat itu untuk merespons jawaban capres petahana Donald Trump soal skandal pajak.

Trump dicecar moderator debat Chris Wallace mengenai laporan New York Times yang menyebut dia tidak membayar pajak penghasilan selama 10 tahun.


Saat itu Trump membela diri dengan jujur. Ia mengaku tak mau membayar pajak. "Saya tidak mau membayar pajak," jawab Trump.

Namun di sisi lain, dia juga bersikeras menyatakan telah membayar jutaan dolar pajak, membantah laporan Times yang menyebut dia hanya membayar $750 atau Rp11 juta pajak penghasilan pada 2016 dan 2017.

Saat diminta untuk menjawab berapa besar pajak yang dibayarkan pada 2016-2017, Trump tak memberi angka pasti dan hanya menyebut "jutaan miliar dolar."

Biden kemudian menimpali jawaban Trump. "Kapan? Insyaallah?". Ucapan Biden itu langsung memicu perdebatan di media sosial, khususnya Twitter.

Dalam kehidupan Muslim sehari-hari, "Insyallah" diucapkan setiap kali berjanji akan melakukan sesuatu.

Secara harfiah, "Insyaallah" terdiri dari tiga kata Arab (In sha 'Allah) yang diterjemahkan menjadi "jika Allah menghendakinya". Secara spiritual itu melambangkan ketundukan pada kehendak Allah.

Namun dalam budaya Muslim, termasuk di Indonesia, kata 'Insyaallah' justru kerap kali identik dengan janji yang tak akan dipenuhi, atau akan dipenuhi tapi tak jelas kapan waktunya. 

Seperti dikutip dari CNN, anak-anak Muslim di negara lain misalnya, juga kerap menjawab 'Insyaallah' jika menjawab orang tua mereka. Ini berarti perintah orang tua mereka kemungkinan tak akan dijalankan. 

"Ya, Joe Biden mengatakan 'Insyaallah' selama debat # Debates2020," cuit pengacara Muslim sekaligus penulis opini untuk New York Times, Wajahat Ali.

"Mengatakan Insyaallah tidak membuat Anda menjadi Muslim."

Jadi, ketika Biden melontarkan 'Insyaallah' untuk merespons Trump, lebih karena alasan waktu yang tidak jelas kapan dia akan membayar pajak yang telah lama dijanjikan.

Awal pekan ini, The New York Times melaporkan bahwa Trump tidak membayar pajak penghasilan federal dalam 10 dari 15 tahun mulai tahun 2000.

Trump dilaporkan mengemplang pajak karena dia kehilangan banyak uang.

Debat perdana itu berlangsung sengit. Hinaan dan interupsi Trump mengacaukan jalannya debat dan membuat moderator kewalahan.

(dea)

[Gambas:Video CNN]