Raja Malaysia Tunda Pertemuan dengan Sekutu Anwar Ibrahim

CNN Indonesia | Rabu, 14/10/2020 18:30 WIB
Raja Malaysia, Sultan Abdullah, menunda audiensi dengan petinggi oposisi yang mendukung Anwar Ibrahim akibat pembatasan sosial Covid-19. Raja Malaysia, Sultan Abdullah. Dia menunda audiensi dengan petinggi oposisi yang mendukung Anwar Ibrahim akibat pembatasan sosial Covid-19. (AFP Photo/Mohd Rasfan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agung Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa, dilaporkan menunda pertemuan dengan dua sekutu pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim, untuk meminta pandangan terkait dengan klaim pemerintahan saat ini kehilangan dukungan parlemen.

Keduanya yakni Sekretaris Jenderal Partai Aksi Demokratik (DAP) Lim Guan Eng dan Presiden Partai Amanah Negara (Amanah), Mohamad Sabu.

Rencananya mereka bertemu dengan raja dalam jadwal yang berbeda. Dalam sebuah pernyataan keduanya mengungkapkan bahwa sekretaris pribadi raja telah menunda pertemuan tersebut.


"Namun, kemarin sekretaris pribadi senior Yang Mulia memberi tahu kami bahwa kedua sesi di hadapan Yang Mulia telah ditunda," kata mereka dilansir dari Malay Mail, Rabu (14/10).

Adapun dalam pernyataan itu terungkap bahwa Lim awalnya dijadwalkan untuk menemui raja hari ini (14/10), sementara Mohamad atau Mat Sabu pada 21 Oktober. Namun, pertemuan itu ditunda karena Malaysia kembali menerapkan pembatasan sosial.

Undangan raja juga ditujukan kepada Anggota Parlemen Gua Musang, Tengku Razaleigh Hamzah. Ia dipanggil untuk tentang kapasitasnya sebagai anggota parlemen terlama.

Sekretaris politik Tengku Razaleigh, Mohd Lokman Ghani, mengatakan bahwa audiensi diberikan karena raja ingin mendengar pendapat Tengku Razaleigh tentang situasi politik saat ini di negara tersebut.

"Itu adalah pertemuan empat mata bagi Tengku Razaleigh untuk berbagi pandangannya dengan Raja. Itu semua yang aku tahu," ucapnya.

"Tengku Razaleigh dipanggil untuk audiensi kerajaan atas kapasitasnya sebagai pemimpin paling berpengalaman dan paling dewasa dalam politik negara, dan juga sebagai individu yang telah melayani dengan semua perdana menteri Malaysia," katanya.

Anwar menyatakan dalam pertemuan dengan raja di istana, dia mengungkapkan dukungan dari parlemen kepadanya untuk menjadi Perdana Menteri baru Malaysia. Namun, Anwar meminta supaya rakyat bersabar karena belum ada keputusan politik terkait hal tersebut.

"Saya akan mengimbau rakyat Malaysia untuk melatih kesabaran, kebijaksanaan dan untuk membiarkan raja mencerna, memutuskan berdasarkan semangat Konstitusi dan kebijaksanaan Yang Mulia," ucapnya dilansir dari Channel News Asia, Selasa lalu.

Anwar menekankan bahwa Perdana Menteri Muhyiddin Yassin telah kehilangan dukungan mayoritas di parlemen dan patut mengundurkan diri.

Menurut Anwar, pertemuan dengan raja bukan tentang menang atau kalah, tetapi untuk membangun negara yang "progresif dan adil" untuk mengatasi Covid-19 dan meningkatkan perekonomian.

Infografis Politik penuh Intrik Anwar Ibrahim

Lebih lanjut, Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia itu menegaskan bahwa dia mendapatkan dukungan lebih dari 120 anggota parlemen.

Anwar menyatakan jika raja merestuinya, maka dia akan membentuk pemerintahan yang inklusif, dan tidak akan melakukan balas dendam secara politik ataupun pribadi. Anwar menyatakan tidak ada "kesepakatan" yang dibuat dengan individu mana pun.

Sementara, Istana negara menyatakan bahwa meskipun Anwar telah memaparkan jumlah anggota parlemen yang dia klaim mendukungnya, tapi tidak menyertakan daftar nama siapa saja anggota parlemen yang mendukungnya saat bertemu dengan raja.

"Dalam pertemuan ini, Anwar sudah mempresentasikan jumlah Anggota DPR yang menurutnya mendukungnya. Namun, dia tidak menunjukkan daftar nama anggota parlemen tersebut untuk mendukung klaimnya," ucap Pengawas Keluarga Kerajaan, Ahmad Fadil.

(ndn/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK