Jacinda Ardern Janji Mundur dari Partai jika Kalah Pemilu

CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 20:14 WIB
PM Selandia Baru sekaligus calon petahana, Jacinda Ardern, menyatakan bersedia mundur dari Ketua Partai Buruh jika kalah dalam pemilu. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern. Dia menyatakan bersedia mundur dari Ketua Partai Buruh jika kalah dalam pemilu. (AP/Greg Bowker)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Selandia Baru sekaligus calon petahana, Jacinda Ardern, menyatakan dia bersedia mundur dari Ketua Partai Buruh jika kalah dalam pemilihan umum yang digelar pada Sabtu (17/10) besok.

"Saya tidak pernah ingin mengambil keuntungan dari jabatan ini. Saya akan memberikan semuanya," kata Ardern, seperti dilansir AFP, Jumat (16/10).

"Apapun yang terjadi terhadap saya, saya akan tetap menjamin bahwa saya akan memberikan segalanya, bahkan jika harus berkorban sangat besar," ujar Ardern.


Politikus berusia 40 tahun itu juga mengatakan tidak mau menjadi oposisi jika kalah dalam pemilu. Dia mengatakan jika tidak lolos ke parlemen akan berusaha melibatkan diri dalam kegiatan politik.

"Saya ingin bangsa ini tidak terpecah dan jika dibandingkan dengan negara lain, kita melakukan pekerjaan dengan baik," ucap Ardern.

Ardern menyinggung soal kebijakannya dalam pencegahan virus corona.

Ardern akan bersaing ketat dengan Ketua Partai Nasional, Judith Collins.

Sampai saat ini Ardern masih unggul 55 persen dalam jajak pendapat tingkat keterpilihan. Sedangkan Collins hanya mendapatkan 20 persen.

Meski Ardern berada di atas angin, tetapi masyarakat Selandia Baru menuntut dia mengentaskan permasalahan lain. Di antaranya soal ketidaksetaraan, kemiskinan, perubahan iklim dan tingginya harga properti.

Collins juga tidak akan mudah menyerah meski dari hasil jajak pendapat dia tidak diunggulkan. Sebab, dia telah malang melintang di panggung politik Negeri Kiwi selama 18 tahun.

Tiga perempuan, termasuk Ardern, sudah pernah menjabat menjadi perdana menteri Selandia Baru. Dan ini adalah kedua kalinya dua pemimpin partai utama di negara itu merupakan wanita.

Pada 1997, Jenny Shipley dari Partai Nasional terpilih menjadi perdana menteri Selandia Baru. Dua tahun kemudian, dia bersaing dengan Helen Clark dari Partai Buruh, tetapi kalah.

(ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]