China Gelar Karpet Merah Akses Vaksin untuk Negara Berkembang

Xinhua, CNN Indonesia | Sabtu, 17/10/2020 12:26 WIB
China menyatakan seluruh negara harus bersatu untuk menghadapi pandemi Covid-19. Pembuatan vaksin di China. (Foto: AP/Ng Han Guan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah China terus melakukan pengembangan vaksin Corona Virus Disease (COVID-19). Anggota Dewan Negara China dan Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan pemerintah China mengutamakan kebutuhan negara berkembang termasuk negara-negara ASEAN.

Pernyataan Wang ini menyusul kunjungan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan ke China dan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin di Provinsi Yunnan, China pada pekan lalu.

Wang menjelaskan bahwa virus tak mengenal batasan wilayah. Sehingga China dan negara lain harus berusaha penuh untuk menghentikan virus ini, satu satunya adalah penemuan vaksin.


Lebih lanjut Wang menyatakan, setiap negara harus bekerja satu dengan yang lain untuk menghadapi pandemi ini. "Kita tidak boleh berperang sendiri, apalagi memonopoli sumber daya," kata Wang dikutip dari Xinhuanet, Sabtu (17/10).

Wang mengungkapkan bahwa China berkomitmen untuk pengembangan vaksin. Negara Tirai Bambu ini juga telah membagikan urutan genetik virus dengan WHO pada tahap awal epidemi ssehingga dunia bisa menindaklanjuti pengembangan vaksin secara global.

Selain pengembangan China kata Wang, bakal berkontribusi dalam memberikan akses untuk vaksin di negara berkembang. Sehingga, vaksin dapat dimiliki dan dijangkau oleh setiap negara.

Menurut laman media tersebut, negara ASEAN mengapresiasi penelitian dan pengembangan vaksin China. Oleh karena itu, ASEAN berharap bisa melakukan kerja sama dengan China dalam penelitian dan pengembangan vaksin, pembelian, produksi dan penggunaan.

"China siap membantu lebih banyak negara mendapatkan akses dan mampu membeli vaksin, membantu negara-negara yang sehingga bisa mengatasi epidemi. China juga memberikan kontribusi untuk menjaga kehidupan dan kesehatan orang-orang di seluruh dunia," tutup Wang.

(asa/asa)

[Gambas:Video CNN]