Cegah Corona, Pergerakan 28 Juta Orang di Inggris Dibatasi

CNN Indonesia | Minggu, 18/10/2020 03:29 WIB
Sebanyak 28 juta atau hampir setengah dari populasi Inggris hidup dalam pembatasan ketat yang diberlakukan oleh pemerintah mulai Sabtu (17/10). Sebanyak 28 juta atau hampir setengah dari populasi Inggris hidup dalam pembatasan ketat yang diberlakukan oleh pemerintah mulai Sabtu (17/10).(AFP/TOLGA AKMEN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 28 juta atau hampir setengah dari populasi Inggris hidup dalam pembatasan ketat yang diberlakukan oleh pemerintah mulai Sabtu (17/10).

Pembatasan ketat ini dilakukan untuk menekan penyebaran pandemi virus corona. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah memperkenalkan sistem peringatan untuk mencegah penyebaran virus.

Dikutip dari AFP, sistem ini membuat beberapa hotspot virus corona ditutup seperti pub.


Berdasarkan data John Hopkins, walau Inggris berada di urutan keempat negara Eropa dengan kasus corona terbanyak, namun tingkat korban meninggal nomor satu yakni 43.669 orang per 17 Oktober 2020.

Langkah-langkah terbaru yang dikeluarkan Johnson termasuk melarang pertemuan dalam ruangan di Inggris dan kota lain/

Johnson telah mengesampingkan penerapan penguncian total dalam upaya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada ekonomi. Meskipun ada seruan dari penasihat ilmiahnya dan partai oposisi Partai Buruh.

Sebaliknya, pemerintah mengadopsi langkah-langkah lokal untuk meningkatkan pembatasan di seluruh Inggris di mana pertemuan lebih dari enam orang sudah dilarang dan pub serta restoran harus ditutup pada pukul 22.00.

Di Irlandia Utara, pub dan restoran tutup mulai Jumat selama sebulan, sementara liburan sekolah diperpanjang menjadi dua minggu.

Di Wales, orang yang datang dari daerah dengan prevalensi tinggi virus di tempat lain di negara itu telah dilarang masuk sejak Jumat.

(AFP/age)

[Gambas:Video CNN]