Wanita Inggris Mengaku Diperkosa oleh Menteri Uni Emirat Arab

CNN Indonesia | Senin, 19/10/2020 20:22 WIB
Wanita Inggris bernama Hay Caitlin McNamara (32) mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh pejabat tinggi Uni Emirat Arab (UEA). Ilustrasi pemerkosaan. (Istockphoto/funky-data)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wanita Inggris bernama Hay Caitlin McNamara (32) mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh pejabat tinggi Uni Emirat Arab (UEA).

Ia pun menceritakan pengalamannya itu kepada surat kabar The Sunday Times.

Melansir AFP, Senin (19/10) yang mengutip surat kabar tersebut, Caitlin mengaku mendapatkan perlakuan pelecehan pada Februari lalu oleh Menteri Toleransi UEA, Sheikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan.


Serangan pelecehan terjadi ketika Caitlin menerima undangan untuk bertemu dengan Nahyan sesaat sebelum pembukaan Festival Hay Abu Dhabi yang pertama. Ia mengunjungi sang menteri di sebuah vila pulau pribadi pada hari Valentine.

Di Inggris, dia kemudian mengajukan pengaduan resmi ke Kepolisian Metropolitan yang kemudian menyelidikinya sebagai tuduhan pemerkosaan.

Polisi Metropolitan telah mengonfirmasi bahwa ada seorang wanita menghubungi petugas pada bulan Juli untuk melaporkan tuduhan pemerkosaan.
"Pernyataan awal telah diambil dari wanita itu," kata Kepolisian.

Adanya informasi ini, dewan Festival Hay, Caroline Michel pun angkat suara. Dia menyatakan kecaman atas kejadian itu dan menyatakan perbuatan yang dilakukan sang menteri adalah penyalahgunaan kekuasaan.

"Apa yang terjadi pada teman dan kolega kami Caitlin McNamara di Abu Dhabi Februari lalu adalah pelanggaran yang mengerikan dan penyalahgunaan kepercayaan dan kekuasaan yang mengerikan."

Sang menteri membantah tuduhan itu. Berdasarkan laporan The Sunday Times, kasus ini tengah ditangani lebih lanjut oleh Scotland Yard.

London Schillings, pengacara pencemaran nama baik di Inggris yang mewakili menteri itu berkata bahwa kliennya cukup terkejut dengan informasi yang beredar.

"Klien kami terkejut dan sedih dengan tuduhan ini, yang muncul delapan bulan setelah insiden yang dituduhkan melalui surat kabar nasional," ucap dia.

(ndn/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK