China Tuduh AS Jajakan Senjata dan Campuri Urusan Negara Lain

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 16:30 WIB
China menuduh Amerika Serikat menjajakan senjata dan mencampuri urusan negara lain setelah mereka mengancam sanksi siapapun yang jual senjata ke Iran. Ilustrasi konflik Amerika Serikat-China. (iStockphoto/Dilok Klaisataporn)
Jakarta, CNN Indonesia --

China menuduh Amerika Serikat menjajakan senjata dan mencampuri urusan negara lain setelah mereka mengancam sanksi siapapun yang jual senjata ke Iran.

Ancaman itu dilontarkan AS setelah berakhirnya embargo senjata PBB ke Iran.
 
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo memberi peringatan kepada siapa pun yang memasok senjata ke republik Islam itu
 
Dilansir AFP, Kementerian Luar Negeri China mengatakan pernyataan Pompeo sama sekali tidak dapat dibenarkan.
 


"AS-lah yang menjajakan senjata dan amunisi di mana-mana, menggunakan perdagangan militer untuk melayani kepentingan geopolitik, dan bahkan secara terbuka mencampuri urusan dalam negeri negara lain," kata Juru Bicara Kemlu China, Zhao Lijian kepada jurnalis, Senin (19/10).
 
Ketika ditanya apakah saat ini China akan menjual senjata ke Iran, Zhao tidak menanggapinya secara langsung. Tapi dia mengatakan Beijing akan "menangani perdagangan militer sesuai dengan kebijakan ekspor militer dan kewajiban internasional".
 
Embargo penjualan senjata konvensional ke Iran berakhir secara bertahap mulai 18 Oktober di bawah ketentuan resolusi PBB yang mengonfirmasi kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan kekuatan dunia.
 



Teheren yang saat ini dapat membeli senjata dari Rusia, China, dan negara lain memuji masa kedaluwarsa embargo tersebut sebagai kemenangan diplomatik atas musuh bebuyutannya, AS. Washington mencoba mempertahankan pembekuan penjualan senjata yang tidak terbatas terhadap Teheran.
 
Pada 2018, Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir dan secara sepihak mulai menerapkan kembali sanksi terhadap Iran.
 
China, sebagai mitra dagang utama Iran, sudah sejak lama menuduh AS memperburuk ketegangan dengan menarik diri dari kesepakatan atas program senjata Iran.
 


Bulan ini, Menlu Iran melakukan perjalanan ke Beijing untuk melakukan pembicaraan mencakup perdagangan dan pertahanan.

(ans/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK