9 Warga Korsel Meninggal usai Disuntik Vaksin Flu

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 07:49 WIB
Sembilan penduduk Korea Selatan dilaporkan meninggal secara misterius setelah disuntik vaksin influenza. Ilustrasi vaksin. Sembilan penduduk Korea Selatan dilaporkan meninggal secara misterius setelah disuntik vaksin influenza. (iStockphoto/licsiren)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sembilan penduduk Korea Selatan dilaporkan meninggal secara misterius setelah disuntik vaksin influenza.

Seperti dilansir surat kabar The New York Times, Kamis (22/10), pemerintah setempat saat ini tengah menyelidiki penyebab kematian sembilan penduduk itu.

Namun demikian, dalam kesimpulan sementara mereka menyatakan belum menemukan benang merah terkait kematian sembilan penduduk itu dan proses vaksinasi.


Kendati begitu, peristiwa itu dikhawatirkan bisa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Apalagi vaksinasi flu musiman menjadi hal yang lazim di Korsel.

Peristiwa itu terjadi dalam beberapa pekan belakangan secara terpisah. Pada Rabu (21/10) kemarin kembali dilaporkan ada lima korban meninggal. Dari laporan sementara, dua korban dilaporkan mengalami kejang-kejang usai disuntik vaksin yang diduga reaksi alergi.

Pemerintah setempat belum menyatakan vaksin flu itu berbahaya. Menurut laporan kantor berita Yonhap News Agency, vaksin tersebut dibuat oleh sejumlah perusahaan obat Korsel, yaitu Korea Vaccine, Boryung Biopharma, LG Chem, SK bioscience dan GC Pharma.

Sampai saat ini tercatat ada 431 penduduk yang mengalami gangguan kesehatan setelah melakukan vaksinasi. Dari jumlah itu, 111 orang menunjukkan reaksi pada tubuh yang berbeda, 119 orang mengalami alergi, dan 93 orang mengalami demam.

Meski demikian, para pakar menyatakan masih terlalu dini untuk memutuskan menghentikan proses vaksinasi flu.

"Tidak ada vaksin yang aman seratus persen, tetapi harus diketahui vaksin flu sudah ada sejak 1945. Kita mungkin tidak akan menggunakan vaksin flu kalau memang malah banyak orang yang meninggal setelah disuntik," kata pakar epidemiologi Pusat Kanker Nasional Korsel, Prof. Ki Mo-ran.

(ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK