Menkes Jerman Positif Covid-19

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 10:29 WIB
Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn. Dia dilaporkan terinfeksi virus corona (Covid-19) dan menjalani isolasi mandiri di rumah. (AP/Markus Schreiber)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn dinyatakan positif terpapar virus corona (Covid-19), pada Rabu (21/10).

Kementerian Kesehatan Jerman mengatakan sejauh ini Spahn hanya mengalami gejala flu dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, mendoakan Spahn supaya segera pulih.


"(Semoga diberikan) pemulihan yang baik dan cepat, Jens Spahn! Kami tetap berharap (yang terbaik) untuk Anda," cuit Maas di Twitter, Rabu (21/10).

Dilansir CNN, Kamis (22/10), juru bicara Kemenkes Jerman mengatakan orang-orang yang melakukan kontak dengan Spahn saat ini juga sudah diberitahu.

Melansir situs Worldometer, hingga saat ini Jerman telah mencatat total 391.355 kasus virus corona, 302.100 dinyatakan sembuh, dan 9.999 orang meninggal dunia.

Pada awal pekan lalu, pemerintah federal dan negara bagian di seluruh Jerman sepakat memperketat kewajiban pemakaian masker. Selain itu, mereka mewajibkan bar tutup lebih awal, terutama di daerah-daerah dengan tingkat penambahan kasus yang tinggi.

Kepala Institut Robert Koch (RKI), Lothar Wieler, yang menangani wabah penyakit di Jerman telah memperingatkan bahwa negara itu berpotensi menghadapi penyebaran virus yang tidak terkendali.

Selain Jerman, lonjakan kasus juga terjadi di Belgia, yakni wilayah Wallonia dan ibu kota Brussel. Baru-baru ini, Menkes Belgia, Frank Vandenbroucke, mengatakan dua wilayah tersebut hampir kewalahan akibat lonjakan infeksi Covid-19.

Frank mengatakan kepada kantor penyiaran RTL bahwa warga Belgia perlu mengubah perilaku mereka secara radikal.

Menurut The Guardian, Senin (19/10) lalu, Frank menggambarkan situasi di Wallonia dan Brussel sebagai wilayah "terburuk dan paling berbahaya di seluruh Eropa".

"Kami adalah wilayah yang paling berpengaruh di seluruh Eropa. Kami sangat dekat dengan tsunami sehingga kami tidak lagi mengendalikan apa yang sedang terjadi. Saat ini, kami masih dapat mengendalikan apa yang terjadi, tapi dengan kesulitan dan stres yang luar biasa," kata Frank.

(ans/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK