Diplomat-diplomat RI di UEA Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

CNN Indonesia | Minggu, 25/10/2020 05:46 WIB
Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Abu Dhabi mengatakan sudah ada 25 staf yang dinyatakan sehat mendapatkan vaksin Covid-19 secara sukarela. Ilustrasi persiapan penyuntikan vaksin. (AP/Lewis Joly)
Jakarta, CNN Indonesia --

Diplomat-diplomat RI yang bertugas di Uni Emirat Arab (UEA) telah mendapatkan vaksinasi virus corona (Covid-19).

Hal tersebut dikonfirmasi Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Abu Dhabi, Nur Ibrahim. Nur menjelaskan bahwa pemerintah UEA telah mengeluarkan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) telah keluarkan Emergency Use Atuthorization (EUA) untuk vaksinasi Covid-19 pada 15 September 2020.

Nur menerangkan vaksinasi itu sendiri diberikan pemerintah UEA kepada pekerja di lini terdepan, kelompok rentan, dan kelompok lain sesuai peraturan setempat.


"Mengingat jenis pekerjaan KBRI banyak interaksi dengan publik, melalui kerja sama dengan pemerintah UEA, dan sesuai peraturan kesehatan setempat, pada tanggal 21 Oktober 2020 sebanyak 25 staf KBRI yang dinyatakan sehat telah mendapatkan vaksinasi secara sukarela usai menjalani prosedur pemeriksaan kesehatan," demikian keterangan KBRI Abu Dhabi yang disampaikan Nur kepada CNNIndonesia.com.

Vaksinasi, katanya, dilakukan dokter dan tenaga medis dari Kementerian Kesehatan Uni Emirat Arab.

"Alhamdulillah hingga kini (memasuki hari ke-3) saya belum mendapati efek samping seperti pusing, demam, atau gangguan kesehatan lainnya yang tidak wajar," katanya.

"Hal serupa juga dialami teman-teman yang lain (belum ada laporan tentang efek samping)," imbuhnya.

Mengutip dari media massa UEA, Gulf News, sejumlah pejabat tinggi di negara tersebut pun telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Beberapa di antaranya adalah Menteri Dalam Negeri Letjen Sheikh Saif bin Zayed Al Nahyan pada 20 Oktober lalu.

Sebelumnya ada Menteri Kebudayaan dan Kepemudaan Noura Al Kaabi, serta Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sheikh Abullah bin Zayed.

Juga ada Menteri Kesehatan Al Owais, serta Dirjen Badan Krisis Darurat Nasional dan Manajemen Bencana (NCEMA) Obaid Al Shamsi.

"Sejalan dengan visi kepemimpinan, ketersediaan vaksin yang aman dan efektif ini akan berkontribusi dalam menyelamatkan dan melindungi nyawa," ujar Al Shamsi usai mendapat suntikan vaksin pada 13 Oktober lalu seperti dikutip dari kantor berita Emirates News Agency (WAM).

Vaksin Covid-19 yang digunakan di sana merupakan hasil pengembangan perusahaan farmasi China, Sinopharm. Sebelumnya, UEA melewati uji coba fase III vaksin pada Juli lalu. Kala itu, 31 ribu warga terdaftar sebagai relawan.

(kid/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK