Saudi Diperkirakan Terima 10 Ribu Jemaah Umrah Tiap Pekan

CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2020 13:22 WIB
Sekitar 10 ribu jemaah umrah diperkirakan akan tiba setiap pekan di Arab Saudi mulai (1/11) mendatang. Ilustrasi. Arab Saudi kembali buka umrah. (Saudi Ministry of Hajj and Umrah via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekitar 10 ribu jemaah umrah diperkirakan akan tiba setiap pekan di Arab Saudi mulai (1/11) mendatang.

Dengan jumlah tersebut, seorang investor di perusahaan Umrah Ahmed Bajaifer menuturkan pihak berwenang dapat dengan mudah menerapkan tindakan pencegahan virus corona.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menetapkan pedoman untuk menerima jemaah dari luar Kerajaan mulai 1 November. Dilansir Arab News, Senin (26/10), pembukaan ini akan memberikan bantuan kepada lebih dari 500 perusahaan umrah di Kerajaan yang terkena dampak pandemi Covid-19.
 



Selain itu, kini maskapai Arab Saudi telah mengumumkan pembukaan kembali 33 tujuan perjalanan yang sebagian besar merupakan rute negara hijau, di mana Covid-19 tidak menyebar dan langkah-langkah pencegahan berhasil dilaksanakan.
 
Sesuai persyaratan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan setempat, Saudi hanya mengizinkan jemaah berusia antara 18 dan 50 tahun untuk menunaikan umrah.
 
Mereka harus menunjukkan sertifikat tes PCR yang membuktikan bahwa mereka dinyatakan negatif Covid-19. Sertifikat harus dikeluarkan oleh laboratorium terpercaya di negara asal jemaah tidak lebih dari 72 jam sebelum pemberangkatan.
 


Jemaah juga harus memesan slot untuk umrah dan salat di Dua Masjid Suci, termasuk kunjungan ke Masjid Nabawi dan salat di makam Nabi. Semua pemesanan bisa dilakukan melalui aplikasi Eatmarna.
 
Jemaah juga diharuskan memiliki tiket penerbangan pulang pergi yang sesuai dengan program umrah mereka.
 
Komponen wajib dari paket layanan setiap jemaah termasuk pemesanan akomodasi yang menyediakan tiga paket makan full board untuk masa karantina minimal harus tiga hari dan pengangkutan dari pelabuhan ke lokasi akomodasi. Mereka juga harus memiliki polis asuransi yang komprehensif.
 


Jemaah yang datang dari luar negeri akan dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari minimal 50 jemaah. Program terpadu harus dipesan untuk tiap kelompok, termasuk semua layanan yang sesuai dengan tanggal pemesanan mereka untuk melakukan umrah dan mengunjungi Dua Masjid Suci.
 
Seorang pemandu juga akan ditunjuk untuk setiap kelompok.

(ans/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK